Yokalbar - Hari Raya Galungan adalah salah satu tradisi agama Hindu yang dirayakan oleh umat Hindu di Bali dan sebagian umat Hindu di Indonesia.
Tradisi ini ditandai dengan perayaan kemenangan Dharma (kebaikan) melawan adharma (ketidaktaatan).
Hari Raya Galungan dirayakan pada setiap enam bulan sekali, tepatnya pada minggu terakhir di bulan Dasa (bulan ke-10) dalam penanggalan Hindu, dan berlangsung selama 10 hari.
Baca Juga: Objek Wisata Populer Di Ubud Bali Cocok Untuk Keluarga
Perayaan dimulai dengan upacara ngelarung yang menghormati arwah leluhur, di mana masyarakat membawa persembahan banten seperti nasi, buah-buahan, dan bunga ke laut atau sungai.
Selama 10 hari perayaan Hari Raya Galungan, rumah-rumah dan tempat ibadah Hindu dihiasi dengan penjor.
Penjor adalah tiang bambu yang panjangnya sekitar 10 meter, dihiasi dengan daun kelapa, buah-buahan, dan hiasan lainnya.
Penjor dipasang di depan rumah dan dianggap sebagai simbol kehidupan yang selalu tumbuh dan berkembang.
Baca Juga: 7 Wisata Paling Populer Di Bali Cocok Untuk Bulan Madu
Selain itu, umat Hindu juga mengadakan upacara puja mandala (semacam ritual puja bumi) di pura atau tempat ibadah mereka.
Di pura, masyarakat berdoa dan mengadakan persembahan kepada Tuhan dan para dewa.
Mereka juga mengenakan pakaian tradisional dan melaksanakan tarian dan musik khas Bali sebagai bagian dari perayaan.
Selama Hari Raya Galungan, umat Hindu juga mengunjungi keluarga dan teman-teman, saling bertukar hadiah, dan menjalankan tradisi gotong royong dalam menjaga kebersihan dan membangun kampung halaman.
Secara keseluruhan, Hari Raya Galungan adalah perayaan yang penting bagi umat Hindu.
Artikel Terkait
Tradisi Ziarah Kubur di Sambas Kalbar Budayanya Masih Awet
7 Wisata Paling Populer Di Bali Cocok Untuk Bulan Madu
Objek Wisata Populer Di Ubud Bali Cocok Untuk Keluarga
Tradisi Unik 1 Muharram Di Indonesia
Tradisi Muslim Memperingati Tahun Baru Islam Di Indonesia
Tradisi Padang : Kekayaan Budaya dan Kearifan Lokal yang Melekat