YOKALBAR - Bulan suci Ramadhan 1447 H, tentu saja sebagai orang yang beriman bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti karena terdapat ribuan kebaikan didalamnya dan berjuta keampunan dari Allah subhanahu wata'ala yang menghiasinya.
Jutaan umat muslim Indonesia melakukan pawai obor, event produktif, program bermanfaat dan lain-lain yang dimana semua itu adalah wujud gembira atas datangnya bulan yang penuh keampunan ini.
Menghidupkan malam dengan ibadah (qiyamul lail), bercengkrama dengan Al-Qur'an dan bersedekah kepada sesama.
Hampir semua hal tersebut terjadi peningkatan ketika memasuki bulan suci Ramadhan, karena bulan Ramadhan sebagai bulan peningkatan iman yang dapat kita buktikan dengan melihat fenomena penuhnya masjid-masjid pada sholat tarawih dimasa awal memasuki bulan Ramadhan.
Tapi sayang, fenomena tersebut sering tidak bertahan lama, shaf semakin berkurang ketika telah menjelang 7 hari Ramadhan dan ini adalah fenomena berulang setiap tahun yang bisa kita lihat.
Kenapa bisa seperti itu ? Pada dasarnya ini terjadi karena turunnya semangat dalam beribadah dan faktor lain baik dari luar maupun dari dalam diri pribadi seorang muslim.
Ade Muhammad Thoha mengatakan "bagaimana ibadah puasa agar tetap berjalan maksimal sampai garis finish. Menjaga semangat dan tetap fokus mengingkatkan ibadah agar kita mendapatkan keampunan dan keberkahan dibulan Ramadhan".
Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, ada hal lain yang tidak kalah penting untuk kita jaga (tahan) agar ibadah puasa kita tidak bernilai sia-sia dan tidak hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita jaga untuk menjaga kualitas ibadah puasa dibulan Ramadhan :
1. Menjaga Pandangan
Mata (pandangan) adalah saluran kuat yang terhubung dengan pikiran, apa yang kita lihat adalah apa yang kita pikirkan. Pikiran mempengaruhi fokus kita terhadap hal yang kita lihat. Semakin kita banyak melihat hal-hal negatif semakin meningkat pula fokus kita akan hal tersebut, sebaliknya semakin banyak kita melihat hal-hal positif maka semakin meningkat pula fokus kita akan hal yang baik.
Jika kita banyak melihat hal negatif tentu itu dapat menurunkan semangat kita dalam beribadah contohnya adalah melihat hal-hal yang diharamkan Allah (aurat/keburukan orang lain). Maka, jagalah pandangan, jauhi mata kita dari hal negatif dan perbanyaklah melihat hal yang positif. Agar pikiran kita hanya fokus pada yang baik dan tetap terjaga kualitas puasa kita.
2. Menjaga Hati
Terkadang dalam proses menjalankan ibadah puasa, tidak jarang kita bertemu dengan peristiwa/orang yang tidak menyenangkan hati. Tentu ini adalah ujian bagi hati kita, menjaga hati tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu usaha dan kerja keras agar hati kita tetap sehat walau badai apapun yang menghadang.
Namun, merespon peristiwa tidak menyenangkan dengan hati yang dongkol berlebihan sangat tidak disarankan, karena dapat merusak keikhlasan dan kualitas ibadah puasa kita dan dapat membocorkan pahala yang telah kita isi. Untuk mengatasi hal ini kita hanya perlu mengetahui bahwa ada hal yang dapat kita kendalikan (pikiran, mata, tindakan, suasana hati) dan ada hal yang tidak berada dalam kendali kita (kejadian, sikap orang lain).