Berbeda dengan program diet yang lainnya. Umumnya, diet meminta berhenti mengonsumsi makanan tertentu.
Tak hanya itu, intermittent fasting hanya membagi pola makan ke dalam 2 waktu, yaitu waktu makan dan waktu berpuasa.
Melansir Science Direct, intermittent fasting memiliki efek kuat pada tubuh dan otak, serta dipercaya membantu hidup lebih lama.
Awalnya, diet puasa ini dipopulerkan oleh jurnalis BBC, Dr. Michael Mosley pada tahun 2012 lalu.
Ada beberapa metode dalam diet atau puasa ini, misalnya adalah metode 5:2 yang artinya 2 hari seminggu membatasi 500 kalori sehari, dan sisanya mempertahankan pola makan yang normal.
Kemudian Metode 16:8 atau 14:10 atau berpuasa selama 16 jam sehari dan 8 jam untuk makan. Metode ini paling populer di antara semuanya.
Baca Juga: Penyintas Bencana Longsor Serasan Natuna Tiba di Pelabuhan Sintete
Juga ada pula Puasa 24 jam Artinya puasa selama 24 jam penuh, yang dilakukan sekali atau 2 kali dalam seminggu.
Namun disarankan dalam menjalani diet atau puasa tipe ini harus disertai dengan konsultasi kepada dokter guna mengetahui kadar dan kemampuan tubuh.