lifestyle

Keistimewaan Bulan Syaban, Jatuh Tanggal Berapa Syaban 2023 ?

Kamis, 16 Februari 2023 | 07:35 WIB
Keistimewan Bulan Syaban (Foto : Pixabay)

Yokalbar - Syaban adalah bulan dalam kalender Hijriah tepat sebelum Ramadhan. Oleh karena itu, dikatakan bahwa Syaban adalah bulan untuk mempersiapkan Ramadhan.


Bahkan banyak hadits yang menjelaskan bahwa Syaban adalah waktu yang mulia untuk berpuasa sunnah sebelum Ramadhan. Seperti yang dikatakan Anas bin Malik ketika bertanya kepada Rasulullah SAW tentang puasa yang paling utama. Beliau SAW menjawab: "Puasa Syaban sebagai penghormatan untuk menyambut puasa Ramadhan." (HR Tirmidzi)

Baca Juga: Tips Mengetahui Potensi Desa Paling Penting yang Harus Dilakukan Setiap Desa

1 Tanggal berapa Syaban 2023 jatuh?
Menurut Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2023 yang disusun oleh Departemen Urusan Islam dan Pembangunan Islam, Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Syaban 1444 H atau tanggal 1 tahun 2023 bertepatan dengan hari Rabu tanggal 22 Februari 2023. Dengan kata lain, Syaban 2023 kira-kira 7 hari dimulai.

 

Sementara itu, 1 Syaban 1444 H jatuh pada Selasa, 21 Februari 2023, menurut Single Global Islamic Calendar 1444 H yang disusun Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Sementara itu, 1 Syaban 1444 H jatuh pada Selasa, 21 Februari 2023, menurut kalender Islam global tunggal 1444 H yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Penetapan awal bulan dalam kalender ini mengacu pada standar kongres kalender Turki 2016.

Baca Juga: Dewan Sambas Ke DPR RI Dan Kementan

Setelah mengetahui kapan bulan Syaban dimulai, ada baiknya umat Islam juga memahami beberapa ciri-ciri bulan Syaban. Inilah beberapa di antaranya.

Keistimewaan bulan Syaban


1. Bulan favorit Nabi untuk berpuasa
Imam Baihaqi menjelaskan dalam bukunya yang berjudul “Age of Happiness: Treasures of Classical Islam” bahwa Rasulullah SAW berpuasa hampir sebulan penuh pada bulan Syaban.

Mengenai puasa, Imam Safiy menjelaskan bahwa Nabi SAW berpuasa (hampir) sebulan penuh di bulan Syaban, yakni hanya beberapa hari saja yang tidak berpuasa.
Abu Salamah RA menceritakan: "Aku bertanya kepada Aisyah RA tentang puasa Rasulullah SAW. Ia menjawab, 'Rasulullah SAW berpuasa sampai-sampai kami berkata, beliau benar-benar berpuasa dan beliau juga tidak berbuka sampai-sampai kami berkata, beliau benar-benar telah berbuka. Dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa pada bulan Syaban. Yakni, beliau SAW berpuasa pada bulan tersebut hampir semuanya (sebulan penuh)." (HR Muslim, Nasa'i, dan Ahmad)

2. Diangkatnya Amalan Manusia
Bulan Syaban disebut sebagai salah satu waktu diangkatnya amalan manusia kepada Allah SWT. Sementara, Rasulullah SAW lebih suka amalannya diangkat saat beliau sedang berpuasa. Dari Usamah ibn Zaid, beliau berkata, "Ya Rasulullah, aku melihat Engkau berpuasa dalam sebulan yang tidak aku lihat Engkau berpuasa seperti demikian dalam bulan yang lain."

3. Ada Malam Nisfu Syaban
Dalam bulan Syaban terdapat suatu malam yang mulia. Dikatakan bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa orang mukmin, menangguhkan hukuman bagi orang kafir, dan mengabaikan para pendengki.

 

Tags

Terkini

Ciri-Ciri Gula Darah Tinggi dan Cara Menurunkannya

Selasa, 3 Maret 2026 | 20:37 WIB

Puasa Tak Sekedar Menahan Lapar Dan Dahaga

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:18 WIB

7 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal agar Tetap Optimal

Sabtu, 7 Februari 2026 | 13:20 WIB

Tips Diet Sehat dan Aman untuk Menurunkan Berat Badan

Sabtu, 7 Februari 2026 | 13:11 WIB

Tips Membeli Emas Antam Agar Aman dan Menguntungkan

Jumat, 30 Januari 2026 | 18:18 WIB