olahraga

FIFA Tulis Artikel Mimpi Jay Idzes Bawa Indonesia ke Piala Dunia

Rabu, 24 April 2024 | 18:10 WIB
Jay Idzes (yokalbar)

YOKALBAR OLAHRAGA - FIFA Federasi sepakbola dunia menurunkan artikel tentang mimpi Jay Idzes untuk membawa negara Indonesia ke Piala Dunia. Ditulisan ini juga memperlihatkan betapa bangganya bek milik klub Venezia ini akan negeri leluhurnya yang kini telah dirinya bela sebagai seorang Warga Negara Indonesia.

Berikut artikelnya yang kami sadur dari situs resmi FIFA

Penantian lama dari mimpi Indonesia lolos ke Piala Dunia FIFA sejak penampilan pertama -- dan juga terakhir -- pada edisi 1938 mungkin kini terasa paling mendekati kenyataan daripada sebelumnya.

Kesempatan itu terbuka karena Skuad Garuda menampilkan performa impresif mereka dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 pada Maret lalu. Kemenangan beruntun kandang dan tandang (1-0 dan 3-0) atas rival Asia Tenggara mereka, Vietnam, mendorong mereka duduk di posisi runner-up fase grup putaran kedua kualifikasi zona Asia dan hasil positif lainnya dalam dua laga terakhir pada Juni nanti akan membuka pintu menuju putaran ketiga, tahap akhir menuju panggung global di AS.

Baca Juga: Hadapi Korea Selatan, Coach Shin Tae Yong Tidak Merasa Inferior

Meningkatnya kinerja Indonesia tak lepas dari penambahan amunisi beberapa pemain keturunan Belanda, salah satunya adalah Jay Idzes. Setelah menunggu lama proses naturalisasi sebagai syarat memperkuat pasukan Merah Putih, sang bek berusia 23 tahun itu langsung memberikan dampak positif dalam debutnya dan bahkan sukses mencetak gol dalam laga tandang versus Vietnam.

Baca Juga: Nathan Tjoe A On Gelandang Pekerja Keras Milik Timnas Indonesia

Baca Juga: Buku Melayu Ada Karena Karya Kini Terdaftar HAKI, Ketua MABM Singkawang Asmadi: Semoga Menjadi Acuan Anak Cucu Kita
"Senang sekali prosesnya akhirnya selesai dan bisa bermain bersama Indonesia," ungkap Idzes kepada FIFA. "Tentu saja saya sudah menunggunya selama beberapa waktu, jadi ketika momen itu terwujud, saya sangat antusias."

"Pertandingan pertama tentu saja sangat istimewa. Saya merasakan dukungan dan cinta dari semua orang di sana. Saya tahu sebelumnya bahwa para suporter begitu luar biasa, namun setelah pertandingan pertama saya lebih menghargai mereka. Dan kemudian mencetak gol di laga kedua saya rasanya luar biasa. Waktu itu saya tidak terlalu fokus [mencetak gol] karena kami harus menyelesaikan pertandingan terlebih dahulu. Namun setelahnya dan hari-hari berikutnya, maka Anda bisa menyadari bahwa apa yang Anda impikan dan doakan menjadi kenyataan."

Bermain di Piala Dunia FIFA tentu menjadi impian terbesar bagi semua pemain, tak terkecuali Idzes. Tantangan berikutnya adalah meraih momentum positif lainnya saat melanjutkan sisa kualifikasi melawan Irak dan Filipina pada Juni mendatang.

"Ya, tentu saja saya sangat antusias [dengan prospek lolos ke Piala Dunia]. Tapi kami harus melihat sejauh mana kami bisa melangkah," lanjut penggawa Venezia tersebut. "Sekarang kami telah mengambil langkah bagus dengan memenangkan dua pertandingan terakhir melawan Vietnam dan kemudian di bulan Juni kami harus bermain melawan Irak dan Filipina, setelah itu kita lihat di mana kami berada. Kami enggan menatap terlalu jauh ke depan, hanya pertandingan demi pertandingan dahulu."

"Kami akan mencoba untuk lolos ke babak berikutnya sehingga kami tahu apa yang harus dilakukan. Kami tahu bahwa ini tidak akan mudah dibandingkan dua pertandingan terakhir. Jadi kami perlu mempersiapkannya. Seperti yang saya katakan, kami hanya perlu fokus pada pertandingan berikutnya dan apa yang harus kami lakukan dan tidak terlalu fokus pada hasil akhir."

"Bagi saya pribadi, saya hanya ingin membantu tim dengan cara apa pun yang memungkinkan. Jika saya, misalnya, harus bermain sebagai kiper atau striker, itu tidak masalah. Anda tahu, saya cuma mau membantu tim dan kami punya pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadi, kami akan berusaha menuntaskannya."


Idzes mengakui beragamnya kekuatan yang ada di timnas Indonesia saat ini, dan menekankan perpaduan talenta dari berbagai latar belakang sebagai faktor krusial dalam kesuksesan mereka. Sebagai pemain dengan pengalaman Eropa, integrasinya ke dalam tim berjalan mulus.

Halaman:

Tags

Terkini