olahraga

FIFA Tulis Artikel Mimpi Jay Idzes Bawa Indonesia ke Piala Dunia

Rabu, 24 April 2024 | 18:10 WIB
Jay Idzes (yokalbar)

"Saya pikir kami memiliki tim yang sangat beragam, dengan kualitas yang beragam pula. Saya pikir juga tentu saja untuk pemain seperti saya, yang melewati proses naturalisasi," terangnya.

"Tentu saja ini [keberagaman] membantu, karena Anda bisa memiliki tipe pemain berbeda di tim sekarang ada yang bermain di Eropa atau bermain di negara-negara lain. Jadi saya pikir kami memiliki perpaduan yang bagus dan tentu saja menurut saya kami semua sangat bangga mewakili negara ini dan semuanya bekerja keras. Setiap saat, setiap hari ketika kami di lapangan latihan dan juga ketika kami bermain, Anda dapat melihat semuanya benar-benar ingin berjuang demi negara dan ini tak cuma para pemain, tapi juga staf [pelatih] dan semua pihak. Jadi, saya pikir itu sangat penting dalam memengaruhi cara kami bermain sekarang."

Determinasi, semangat juang tinggi serta penampilan lugas, tenang dan penuh komando di lini belakang membuatnya seketika menjadi idola para penggemar tim nasional Indonesia. Harapannya adalah bahwa kehadirannya bisa menjadi dorongan dan juga panutan bagi para pemain lainnya, khususnya pemain muda Indonesia, untuk bisa lebih berkembang.

"Saya adalah tipe pemain yang berusaha mengatur," jelas Idzes. "Semua yang terlibat dalam pertandingan, berusaha memastikan semuanya berada di posisi yang tepat, mencoba mengendalikan permainan dan tentu saja menariknya ke arah kita."

"Saya juga seorang pemain yang banyak berbicara di lapangan, seperti dalam hal melatih dan membantu para pemain yang lain. Itu cara saya membantu tim dan saya pikir bagi saya dan para pemain yang lebih senior dan berpengalaman lainnya, kami bisa membantu para pemain muda karena kami memiliki tim yang sangat muda. Anda tahu, kami punya banyak pemain berusia 19-20 tahun."


Tak mengherankan jika para penggemar langsung menyukainya. Mereka tak segan-segan menghujani Idzes dengan cinta, bahkan memberinya julukan unik berupa nama lokal "Bang Jayadi". Besarnya afeksi sangat diapresiasinya dan sama sekali tak berpikir dirinya merasa terbebani dengan hal tersebut.

"Senang sekali melihat banyak berita tentang ini. Ini [julukan] bukan cuma saya yang mendapatkannya tapi juga para pemain keturunan Eropa yang bermain untuk tim nasional Indonesia." ujarnya semringah.

"Sejujurnya saya sudah menerima banyak dukungan kurang lebih setahun terakhir ini, jadi saya sangat berterima kasih atas hal itu dan juga sangat senang karena saya dan semuanya [para pemain keturunan] diterima dengan baik. Sesudah pertandingan saya mendengar semua orang membanggil saya 'Bang Jayadi'. Senang untuk mendengarnya, semua orang tertawa, tentu saya sangat menghargai dukungan dan cinta dari para penggemar."

"Mengenai ekspektasi para penggemar, kami hanya berusaha memainkan pertandingan kami dan semuanya selalu melakukan yang terbaik dan bekerja keras. Dengan cara itu tentu saja kami berusaha untuk menyenangkan mereka."

Tak sekadar ambisi di lapangan hijau, Idzes memiliki visi masa depan di mana sepak bola Indonesia mendapatkan pengakuan dan rasa hormat di panggung internasional. Ia berkomitmen untuk memainkan perannya dalam mengangkat derajat sepak bola negaranya, dengan tujuan untuk membawa kegembiraan dan kebanggaan bagi para penggemar sambil membuat sejarah dalam prosesnya.

"Itu yang coba kami lakukan sekarang. Kami berusaha menempatkan Indonesia dalam peta sebagai negara sepak bola," tegasnya. "Anda tahu, saya pikir sebelum kami, Indonesia memiliki generasi-generasi yang bagus dan kami berusaha meningkatkannya setiap hari, setiap tahun."

"Itu juga yang menurut saya coba dilakukan oleh [komponen federasi], dewan, direktur dan juga presiden. Jadi, dengan begitu kami terus mencoba untuk memperbaiki dan menempatkan Indonesia dalam peta sebagai negara yang disegani dan juga mencoba untuk membuat sejarah, menghadirkan kegembiraan dan kebanggaan kepada masyarakat bahwa Indonesia adalah negara yang dihormati di dunia sepak bola."

Halaman:

Tags

Terkini