Jakarta Livin Mandiri – 18 poin (11 main, 6 menang, 5 kalah)
Jakarta Popsivo Polwan – 17 poin (11 main, 6 menang, 5 kalah)
Bandung BJB Tandamata – 13 poin (12 main, 4 menang, 8 kalah)
Medan Falcons – 1 poin (11 main, 0 menang, 11 kalah)
Meski gagal menjadi juara putaran kedua, performa Jakarta Pertamina Enduro tetap patut diapresiasi. Konsistensi mereka sepanjang seri menjaga persaingan papan atas tetap ketat dan membuka peluang besar untuk tampil lebih tajam pada fase berikutnya Proliga 2026.