“Venue Badminton Hall Morodok Techo cukup bagus ya walaupun agak kecil tapi dari angin, lampu dan karpet lapangan semua normal,” kata Rionny.
Baca Juga: Pagi Ini Tim Gabungan Kembali Lakukan Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Samudra Indah Bengkayang
“Begitu juga di perkampungan atlet. Mereka menyiapkan shuttle bus menuju venue walau jaraknya dekat. Ini sangat membantu kami karena kami tidak perlu jalan kaki di cuaca panas terik. Belum lagi alat-alat gym yang modern. Walau disebut belum siap tapi ini tidak mengecewakan,” ungkap Rionny.
Tim bulutangkis Indonesia sendiri telah menjajal tiga lapangan pertandingan hari Sabtu (6/5) siang tadi. Rionny pun cukup puas dengan hasilnya.
“Di latihan perdana tadi saya lihat anak-anak dari pergerakan, kontrol bola cukup baik. Semua juga dalam kondisi sehat dan tidak ada cedera,” ucap Rionny.
Rionny mengingatkan anak-anak asuhnya untuk membiasakan diri dengan cuaca di Phnom Penh yang sangat terik di luar tapi sejuk di dalam lapangan.
“Anak-anak harus membiasakan diri ya dengan cuaca di sini. Di luar kan panas sekali lalu masuk ke ruangan sejuk. Ini mereka harus jaga kondisinya. Begitu juga konsentrasi dan fokus harus bagus,” jelas Rionny.
“Kalau secara teknis, adaptasi dengan shuttlecock saja harus lebih lagi karena shuttlecocknya kencang,” tukasnya.
Sementara, Komang Ayu Cahya Dewi siap menjalani debut di ajang SEA Games. Atlet kelahiran Buleleng, 21 Oktober 2002 ini menjadikan keikutsertaannya di Badminton Asia Championships 2023 beberapa minggu lalu sebagai pengalaman.