YOKALBAR – Fujifilm Indonesia kembali menegaskan eksistensinya di industri fotografi nasional dengan meluncurkan dua produk terbaru dari lini Instax, yakni kamera instan hibrida Instax mini Evo Cinema dan printer smartphone premium Instax mini Link+. Peluncuran resmi digelar di Jakarta pada Rabu (28/1).
Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, Masato Yamamoto, menyampaikan bahwa kehadiran dua perangkat tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas ruang ekspresi kreatif masyarakat modern. Menurutnya, Fujifilm ingin menghadirkan produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga relevan dengan gaya hidup digital saat ini.
Instax mini Evo Cinema menjadi produk yang paling mencuri perhatian. Kamera instan hibrida ini memadukan teknologi digital dengan keunikan cetak instan. Pengguna dapat mengambil foto maupun merekam video, lalu meninjaunya terlebih dahulu melalui layar LCD sebelum dicetak.
Salah satu fitur inovatif yang diusung kamera ini adalah kemampuan mengonversi video menjadi kode QR yang dicetak langsung di film Instax. Saat dipindai, kode tersebut memungkinkan pengguna memutar kembali momen video, sehingga menciptakan pengalaman memori yang interaktif dan unik.
Dari sisi visual, Instax mini Evo Cinema dibekali fitur Eras Dial dengan 10 pilihan efek sinematik yang terinspirasi dari sejarah perfilman, mulai dari era 1930-an hingga 2020-an. Setiap efek memiliki 10 tingkat intensitas, memberi kebebasan bagi pengguna untuk menyesuaikan gaya visual sesuai selera.
Desain kamera ini mengusung konsep vertical grip yang terinspirasi dari kamera legendaris FUJICA Single-8, memadukan nuansa klasik dengan sentuhan teknologi modern. Tak hanya berfungsi sebagai kamera foto dan video, perangkat ini juga dapat digunakan sebagai printer smartphone melalui fitur Direct Print.
Selain kamera hibrida, Fujifilm turut menghadirkan Instax mini Link+, printer smartphone dari seri Link yang menyasar segmen premium. Printer ini dirancang untuk mencetak foto, ilustrasi, hingga konten inspiratif dari internet ke dalam format film Instax seukuran kartu.
Instax mini Link+ memiliki dua mode cetak utama. Mode Design Print memungkinkan pencetakan teks dan pola visual dengan hasil tajam dan presisi, sementara Mode Simple Print menghadirkan gradasi warna yang lebih lembut dan natural, cocok untuk foto potret maupun karya seni.
Untuk mendukung kreativitas pengguna, aplikasi Instax dilengkapi fitur Simulation yang memungkinkan pratinjau hasil cetakan secara digital sebelum dicetak. Printer ini juga terintegrasi dengan galeri ponsel dan platform Pinterest, memudahkan pencetakan konten inspiratif secara langsung.
Harga dan Ketersediaan
Instax mini Evo Cinema dipasarkan dengan harga Rp6.249.000 dan sudah tersedia secara ready stock di Official Store Fujifilm Indonesia serta jaringan peritel resmi di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Instax mini Link+ dibanderol Rp2.299.000 dan saat ini tersedia melalui skema pre-order, dengan informasi ketersediaan stok lanjutan akan diumumkan kemudian oleh Fujifilm Indonesia.
Artikel Terkait
Tren “Your Algorithm” Ramai di Instagram, Begini Cara Membuatnya
Jenis File di HP Android yang Perlu Dihapus agar Performa Tetap Laju
Telkomsel: Internet Kembali Normal Setelah Ada Gangguan
Nokia N75 Max 5G Dengan Harga Rp8,9 Juta, Sekarang Hadir di Indonesia
Xiaomi Tegaskan 22 Model Ponsel Tak Kebagian Pembaruan HyperOS 3.1