YOKALBAR – Vertigo merupakan gangguan kesehatan yang menyebabkan penderitanya merasakan sensasi pusing berputar, disertai mual, muntah, hingga gangguan keseimbangan. Kondisi ini kerap mengganggu aktivitas sehari-hari dan membutuhkan penanganan yang tepat agar tidak berulang.
Dokter menyebutkan bahwa penyembuhan vertigo bergantung pada penyebab yang mendasarinya.
Secara umum, vertigo dibagi menjadi vertigo perifer dan vertigo sentral. Vertigo perifer, yang paling sering terjadi, biasanya berasal dari gangguan pada telinga bagian dalam.
Baca Juga: Mengenal Cara Pengobatan Mata Pterigium, Dari Terapi hingga Operasi
Pada kasus vertigo perifer seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), terapi reposisi partikel atau manuver Epley menjadi metode pengobatan utama.
Terapi ini dilakukan dengan gerakan kepala tertentu untuk mengembalikan posisi kristal kalsium di telinga bagian dalam sehingga gejala berangsur hilang.
Selain terapi fisik, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan untuk meredakan gejala. Obat antihistamin, antiemetik, dan penenang vestibular digunakan untuk mengurangi rasa pusing, mual, serta muntah. Namun, penggunaan obat hanya bersifat sementara dan harus sesuai anjuran tenaga medis.
Pada vertigo yang disebabkan oleh infeksi telinga, pengobatan difokuskan pada pemberian antibiotik atau antivirus, disertai obat antiinflamasi.
Sementara itu, vertigo sentral yang berkaitan dengan gangguan saraf atau otak memerlukan pemeriksaan lanjutan dan penanganan khusus oleh dokter spesialis.
Perubahan gaya hidup juga berperan penting dalam proses penyembuhan dan pencegahan vertigo kambuhan.
Baca Juga: Makanan Aman untuk Penderita Diabetes, Ini Rekomendasi Ahli Gizi
Penderita dianjurkan menghindari gerakan kepala mendadak, cukup istirahat, mengelola stres, serta membatasi konsumsi kafein dan alkohol.
Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan vertigo, terutama jika disertai gangguan bicara, kelemahan anggota tubuh, atau penurunan kesadaran.
Pemeriksaan dini ke fasilitas kesehatan diperlukan untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan pengobatan yang sesuai dan kedisiplinan dalam menjaga pola hidup sehat, vertigo dapat dikendalikan sehingga penderita tetap dapat menjalani aktivitas secara normal.
Artikel Terkait
3 Tips Memilih dan Rekomendasi Softlens Under Rp100 Ribu untuk Pemula
Studi: Proses Penuaan Bisa Melonjak Tiba-Tiba, Begini Cara Memperlambatnya
Tips Maksimalkan Manfaat Serum Vitamin C dengan Waktu Pemakaian yang Tepat
Makanan Aman untuk Penderita Diabetes, Ini Rekomendasi Ahli Gizi
Mengenal Cara Pengobatan Mata Pterigium, Dari Terapi hingga Operasi