Mengenal Cara Pengobatan Mata Pterigium, Dari Terapi hingga Operasi

photo author
Turnado, YoKalbar
- Selasa, 27 Januari 2026 | 22:30 WIB
Memeriksa mata dengan rutin adalah satu cara menjaga kesehatan mata (Pexels)
Memeriksa mata dengan rutin adalah satu cara menjaga kesehatan mata (Pexels)

YOKALBARPterigium merupakan gangguan pada mata yang ditandai dengan tumbuhnya jaringan berbentuk segitiga dari selaput bening (konjungtiva) ke arah kornea.

Kondisi ini sering dialami oleh masyarakat yang banyak terpapar sinar matahari, debu, dan angin, terutama di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia.

Dokter spesialis mata menjelaskan bahwa pterigium pada tahap awal umumnya tidak berbahaya dan dapat ditangani tanpa tindakan operasi.

Pengobatan difokuskan untuk meredakan keluhan seperti mata merah, perih, kering, dan terasa mengganjal.

Pada kasus ringan, penderita dianjurkan menggunakan obat tetes mata yang berfungsi sebagai pelumas untuk mengurangi iritasi.

Jika terjadi peradangan, dokter dapat meresepkan obat tetes mata antiinflamasi atau kortikosteroid dalam pengawasan ketat.

Baca Juga: Makanan Aman untuk Penderita Diabetes, Ini Rekomendasi Ahli Gizi

Selain pengobatan medis, penderita pterigium juga disarankan menghindari paparan sinar ultraviolet secara langsung.

Penggunaan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan dinilai efektif untuk mencegah pterigium bertambah besar maupun kambuh setelah pengobatan.

Namun, apabila jaringan pterigium terus tumbuh hingga menutupi kornea dan mengganggu penglihatan, tindakan operasi menjadi pilihan utama. Operasi pterigium bertujuan mengangkat jaringan abnormal tersebut.

Saat ini, teknik operasi modern menggunakan metode cangkok konjungtiva untuk menurunkan risiko kekambuhan.

“Operasi dilakukan bila pterigium sudah mengganggu penglihatan, menyebabkan astigmatisme, atau menimbulkan keluhan berat,” ujar seorang dokter spesialis mata.

Pascaoperasi, pasien tetap perlu melakukan kontrol rutin dan menggunakan obat tetes mata sesuai anjuran dokter untuk mencegah infeksi dan kekambuhan.

Disiplin dalam perawatan pascaoperasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan.

Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele gangguan pada mata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

OPINI - Dampak Nyata MBG Bagi Generasi 2045

Kamis, 9 Juli 2026 | 15:48 WIB

Ciri-Ciri Gula Darah Tinggi dan Cara Menurunkannya

Selasa, 3 Maret 2026 | 20:37 WIB

Puasa Tak Sekedar Menahan Lapar Dan Dahaga

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:18 WIB

7 Tips Menjaga Kesehatan Ginjal agar Tetap Optimal

Sabtu, 7 Februari 2026 | 13:20 WIB

Tips Diet Sehat dan Aman untuk Menurunkan Berat Badan

Sabtu, 7 Februari 2026 | 13:11 WIB

Terpopuler

X