Sama seperti Allah mendapatkan seekor nyamuk lumpuh untuk menyebabkan kehancuran Namrood, demikian pula Dia mendapatkan dua anak laki-laki kecil untuk membantu menghancurkan kejahatan Abu Jahal.
Duo Mu'adh ini lantas menyerang sampai membuat Abu Jahal jatuh ke tanah, lalu memotong kakinya.
Abu Jahal tidak bisa bergerak, tetapi dia masih cukup sadar untuk melihat dan merasakan aibnya.
Bapak jahiliyah ini akhirnya dipenggal oleh Abdullah ibn Mas'ūd, seorang pria miskin dan lemah yang berasal dari suku yang lebih rendah.
Kedua anak itu berasal dari keluarga petani yang sering kali dipandang rendah oleh kaum Quraisy.
Ketika perang Badar berakhir, Abdullah ibn Mas'ūd melihat bapak jahiliyah ini menghembuskan nafas terakhirnya dan tewas.
Baca Juga: Kolaborasi Makanan Yang Aman Untuk Sahur Dan Berbuka Puasa Selama Bulan Ramadhan
Saat sekarat, Abu Jahal mengangkat kepalanya dan bertanya kepada ibn Mas'ud, “Siapa yang memenangkan pertempuran?”
Ibn Mas'ud menjawab, “Allah dan Rasul-Nya.”
Kemudian, Ibn Mas'ud memegang jenggotnya dan berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah mempermalukanmu, wahai musuh Allah!”
Dia kemudian melepas helmnya dan mengayunkan pukulan keras ke leher Abu Jahal dengan pedangnya sendiri, hingga kepala Abu Jahal terpisah dari tubuhnya.
Ibn Mas'ud kemudian melepaskan senjata dan baju besinya, lalu membawa kepala Abu Jahal menghadap Nabi Muhammad.
Ia berkata, “Ya Rasulullah! Ini kepala Abu Jahal”.
Nabi Muhammad SAW mengatakan tiga kali, “Alhamdulillah yang telah memuliakan Islam dan kaum muslimin”.
Kemudian, Nabi Muhammad sujud syukur kepada Allah dan berkata, “Setiap umat memiliki Fir'aun dan Fir'aun umat ini adalah Abu Jahal.”
Artikel Terkait
Aktifitas yang Dapat Dilakukan Selama Ramadhan agar Puasa Kita Makin Berkualitas
Makanan Yang Perlu Dihindari Saat Puasa Pada Bulan Ramadhan
Pemprov Gelar Rakor Kendalikan Inflasi Jelang Ramadhan
Hikmah Keutamaan Ramadhan Hari ke 1 2 3 dan 4 serta Manfaat Puasa Bagi Tubuh
Bulan Ramadhan Merupakan Gudang Pahala, Berikut Amalannya