YOKALBAR, BENGKAYANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Area Peruntukan Lain (APL) di Desa Sungai Jaga B, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan total pada Minggu (19/7) sore.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari operasi pemadaman darat intensif selama tiga hari yang dilakukan oleh tim gabungan.
Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, S.H., mengonfirmasi status lahan milik masyarakat dengan luas kurang lebih 2 hektare tersebut kini sudah dinyatakan padam dan aman dari potensi penyebaran api.
"Berdasarkan hasil evaluasi dan pengamatan langsung tim kami di lapangan pada hari ketiga ini, titik api dipastikan telah terkendali dan padam sepenuhnya. Tim di lapangan telah melakukan pengemasan sarana prasarana dan kembali ke Pondok Kerja (Ponja) Bengkayang," ujar Yuyu Wahyudin, S.H., dalam keterangan resminya, Minggu (19/7).
Operasi pemadaman darat ini bermula dari hasil pengecekan lapangan (groundcheck) titik panas (hotspot) yang terdeteksi sejak Kamis, 16 Juli 2026.
Menindaklanjuti hal tersebut, Yuyu Wahyudin langsung menginstruksikan personelnya untuk bergerak cepat melakukan lokalisasi titik api guna mencegah kebakaran meluas ke kebun produktif dan pemukiman warga.
"Jarak kepala api dengan pondok kebun milik warga hanya berkisar ± 100 meter. Oleh karena itu, strategi lokalisasi menjadi skala prioritas utama tim gabungan saat briefing di lokasi," jelas Yuyu.
Keberhasilan pemadaman ini tidak lepas dari sinergi kuat di lapangan. Daops Manggala Agni Singkawang - Pondok Kerja bengkayang, KPH Bengkayang, TNI, Polri serta perangkat desa dan masyarakat setempat.
Pemadaman dilakukan menggunakan metode mekanis dengan mengandalkan 2 unit mesin pompa mini striker yang memanfaatkan sumber air dari parit sedalam 70 cm di sekitar lokasi.
Selain taktik melokalisir lahan gambut yang ditumbuhi karet, akasia resam, dan semak belukar tersebut, faktor alam juga turut membantu mempercepat pemadaman.
"Juga terbantu dengan adanya intensitas hujan yang turun pada malam hari sebelumnya, yang membasahi sekitar ± 0,3 hektare lahan, sementara ± 0,6 hektare sisanya dituntaskan secara manual oleh tim hari ini," tambah Yuyu.