Yokalbar - Federasi Bola Voli Korea (KOVO) memutuskan untuk menerapkan sistem Kouta Asia untuk pertama kalinya dalam liga musim ini.
Meskipun sistem Kouta Asia memberikan banyak pengaruh positif bagi perkembangan tim voli yang bersaing di Liga Voli Korea Selatan, Ko Hee-jin juga merasakan dampak negatifnya, terutama terkait dengan kehadiran Megawati Hangestri dari sistem Kouta Asia di timnya, Red Sparks.
Meskipun Megawati Hangestri memberikan pengaruh positif sebagai kunci serangan Red Sparks, Ko Hee-jin juga menjelaskan bahwa sistem Kouta Asia memiliki sisi negatifnya.
Baca Juga: Megawati Pevoli Putri Indonesia Capai 705 Poin Di Liga Voli Korea Tim Red Sparks
Salah satu dampak negatifnya adalah berkurangnya kesempatan bagi pemain lokal untuk bersaing.
Ko Hee-jin menyayangkan bahwa dengan adanya sistem Kouta Asia, beberapa pemain lokal yang sebenarnya mampu bermain tidak bisa bersaing.
Namun, ia percaya bahwa hal ini juga mendorong para pemain lain untuk bekerja lebih keras.
Meskipun demikian, Ko Hee-jin juga mengakui bahwa sebagai pelatih, ia juga mendapatkan banyak keuntungan dari penerapan sistem Kouta Asia.
Dengan adanya sistem Kouta Asia, diharapkan dapat menciptakan persaingan yang sehat dan juga memotivasi para pemain di Liga Voli Korea Selatan 2023-2024.
Artikel Terkait
Liga Voli Korea - Kapten Red Sparks, Lee So-young, Terluka Setelah Ditabrak Megawati
Hasil Pertandingan Liga Voli Korea - Red Sparks Kesulitan, Megawati dan Timnya Tumbang di Ajang Kandidat Juara
Liga Voli Korea - Megawati-Gia Dikritik karena Performa Menurun, Setter Red Sparks Memberikan Pembelaan
Liga Voli Korea: Transformasi Megawati Hangestri Pertiwi yang Mengejutkan
Top Skor Liga Voli Korea: Megawati dan Gia Kokoh Cetak 30 Poin, Ini Posisi Kim Yeong-koung