YOKALBAR - Maarten Vincent Paes menjadi salah satu nama yang paling menyita perhatian publik sepak bola Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Penjaga gawang kelahiran Nijmegen, Belanda, 14 Mei 1998 ini kini dikenal sebagai kiper utama Tim Nasional Indonesia yang tampil konsisten dan berpengalaman di level internasional.
Maarten Paes memulai karier sepak bolanya di Belanda dengan bergabung bersama akademi NEC Nijmegen.
Bakatnya sebagai penjaga gawang mulai terlihat sejak usia muda hingga akhirnya mendapat kesempatan tampil di tim senior.
Penampilannya yang solid membuat Paes menarik perhatian klub-klub besar Belanda.
Pada 2018, Paes bergabung dengan FC Utrecht dan mencatatkan penampilan di Eredivisie, kompetisi tertinggi Liga Belanda.
Bersama Utrecht, ia mendapatkan pengalaman berharga dengan menghadapi penyerang-penyerang kelas atas Eropa, sekaligus mengasah kematangan mental dan tekniknya sebagai kiper profesional.
Karier Maarten Paes kemudian berlanjut ke Amerika Serikat. Ia bergabung dengan FC Dallas dan berkompetisi di Major League Soccer (MLS).
Di liga ini, Paes berkembang menjadi penjaga gawang andalan berkat refleks cepat, kemampuan membaca permainan, serta ketenangannya dalam mengawal lini belakang.
Langkah besar dalam kariernya terjadi ketika Maarten Paes resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Setelah melalui proses naturalisasi, ia dipanggil memperkuat Timnas Indonesia dan langsung mendapat kepercayaan sebagai kiper utama. Kehadirannya di bawah mistar gawang memberikan rasa aman bagi lini pertahanan skuad Garuda.
Bersama Timnas Indonesia, Paes menunjukkan performa impresif dalam berbagai pertandingan internasional.
Posturnya yang ideal, distribusi bola yang akurat, serta pengalaman bermain di luar negeri menjadi nilai tambah besar bagi tim.
Ia kerap melakukan penyelamatan krusial yang membantu Indonesia bersaing di level Asia.
Artikel Terkait
Proliga 2026: BJB Tandamata Bungkam Jakarta Pertamina Enduro di Set Keempat 25-18
Indonesia Masters 2026:Jafar/Felisha Melaju ke Babak Semifinal
John Herdman Tak Memiliki Karier Bermain Seperti Patrick Kluivert, Namun Lebih Unggul dalam Kepelatihan
Tangis di Lapangan Lopburi Thailand: Ketika Mimpi Pemain Bola Usia Dini Indonesia Dirampas Intimidasi
Garuda UNY Team Kembali Duduki Podium Satu di Shell Eco-Marathon 2026