Ia pun berharap situasi serupa tidak terulang saat grand final yang akan digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta.
“Final harus berbeda. Akan ada penonton dari luar, dan kita harus menunjukkan arena yang baik. Dunia menonton voli Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, sebelum tampil di partai puncak, Pertamina Enduro masih akan menjalani satu laga terakhir di final four menghadapi Gresik Phonska Plus pada Minggu (19/4/2026).
Karslioglu menyebut laga tersebut akan dimanfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju final.
“Saya ingin mencoba program baru. Ini adalah masa persiapan,” katanya.
Ia juga berencana memberi kesempatan kepada pemain pelapis untuk tampil, sebagai langkah antisipasi jika terjadi cedera.
“Kami punya banyak pemain muda. Mungkin mereka tidak bermain penuh, tetapi harus siap jika dibutuhkan,” pungkasnya.