Pelatih Pertamina Enduro Soroti Panas Ekstrem Usai Lolos ke Final Proliga 2026

photo author
Turnado, YoKalbar
- Minggu, 19 April 2026 | 14:31 WIB
Jakarta Pertamina Enduro (kanan) Amankan Tiket Grand Final Proliga 2026, Setelah Menang Skor 3-0 Atas Popsivo Polwan (Kabarku.net/dok. Humas Proliga)
Jakarta Pertamina Enduro (kanan) Amankan Tiket Grand Final Proliga 2026, Setelah Menang Skor 3-0 Atas Popsivo Polwan (Kabarku.net/dok. Humas Proliga)

YOKALBAR - Keberhasilan melaju ke partai puncak biasanya disambut dengan rasa lega dan sukacita. Namun hal berbeda justru ditunjukkan pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Buelent Karslioglu, setelah timnya memastikan tiket final Proliga 2026.

Alih-alih merayakan kemenangan, pelatih asal Turki tersebut langsung melontarkan kritik terkait kondisi arena pertandingan yang dinilainya terlalu panas.

“Saya ingin semua orang di sini menulis tentang kondisi arena, karena temperaturnya mencapai 30 derajat,” ujar Karslioglu kepada awak media.

Pernyataan itu disampaikan bahkan sebelum ia membahas keberhasilan timnya menembus final. Jakarta Pertamina Enduro memastikan langkah ke partai puncak usai menaklukkan Jakarta Popsivo Polwan dengan skor telak 3-0 (25-16, 25-14, 25-16) di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat (17/4/2026).

Kemenangan tersebut menjadi yang keempat bagi tim juara bertahan di babak final four, sekaligus memastikan posisi mereka tak terkejar oleh pesaing lain. Mereka menyusul Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia yang lebih dulu mengamankan tiket final.

Meski tampil dominan, Karslioglu menilai kondisi di dalam GOR sangat memengaruhi performa pemain.

“Kami hanya memiliki lima pendingin udara di dalam arena. Biasanya, di kota lain ada dua pendingin di setiap sisi,” ungkapnya.

Ia mempertanyakan alasan pertandingan tetap digelar dalam suhu tinggi yang dinilai mengganggu kualitas permainan.

“Kenapa kami harus bermain dalam kondisi sangat panas? Bagaimana pemain bisa menunjukkan performa terbaik?” lanjutnya.

Menurut Karslioglu, suhu yang mencapai 30 derajat membuat pertandingan tidak berjalan optimal. Selain itu, permukaan lapangan yang menjadi licin akibat kelembapan tinggi juga kerap memaksa pertandingan terhenti untuk pembersihan, sehingga ritme permainan terganggu.

Keluhan serupa juga datang dari pemain Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Julfikar. Usai pertandingan timnya melawan Surabaya Samator, ia secara singkat menyoroti kondisi arena.

“Silakan ditulis, GOR-nya panas sekali,” ujarnya.

GOR Jatidiri memang dikenal sebagai salah satu venue dengan kondisi ekstrem dalam gelaran Proliga, terutama dari sisi suhu dan sirkulasi udara yang kurang baik sehingga terasa pengap.

Karslioglu yang telah berpengalaman melatih di Proliga sejak musim lalu bahkan mengaku harus mengganti bajunya dua kali karena kondisi tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X