YOKALBAR - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Universitas Terbuka (UT) bekerja sama dalam rangka mempermudah pekerja-buruh untuk mengenyam pendidikan tinggi atau kuliah dan mendapatkan gelar sarjana.
Kerja sama diwujudkan dengan prosesi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman kerja sama KSPSI dan UT. MoU ini mempermudah pekerja anggota KSPSI dan pekerja pada umumnya berkuliah di UT dan meraih gelar sarjana.
Prosesi penandatanganan MoU dilakukan di Gedung Kementerian Pendidian Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Senayan, Jakarta, Senin malam, 10 Agustus 2026.
MoU ditandatangani Ketua Umum KSPSI yang juga menjabat Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat dan Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Dr Ali Muktiyanto SE MSi, serta disaksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof Brian Yuliarto ST MEng PhD.
Acara penandatanganan MoU KSPSI-UT turut dihadiri tokoh-tokoh pekerja KSPSI seperti Arif Minardi, Idrus, Wiwit Widuri, Tamrin, Raslina Rasyidin dan Anna Sumarna.
Sementara itu dari pihak UT juga tampak hadir beberapa Wakil Rektor UT di antaranya yaitu Wakil Rektor Bidang Akademik UT Prof Rahmat Budiman SS MHum PhD, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT Adrian Sutawijaya SE MSi dan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Bisnis Dr Hendrian SE MS.
Isi yang terkandung dalam MoU ini pada intinya memuat kesepahaman bahwa para pekerja Indonesia anggota dari konfederasi atau federasi serikat pekerja atau buruh manapun bisa memanfaatkan kesempatan berkuliah hingga meraih gelar sarjana di Universitas Terbuka (UT).
Termasuk juga rekognisi pembelajaran pada masa lampau yang pernah dijalani pekerja yang kemudian bisa dikonversikan sebagai pengakuan yang disetarakan dengan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) mata kuliah di Universitas Terbuka (UT). Sebab banyak para pekerja di Indonesia yang juga menginginkan dapat mengenyam pendidikan tinggi hingga selesai lulus dan meraih gelar sarjana.
Ketua Umum KSPSI yang juga Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengatakan, menjadi pintar dan lebih berbudaya juga milik kaum buruh Indonesia.
"Terima kasih Pak Mendikti Saintek dan Pak Rektor UT yang sudah memfasilitasi supaya teman-teman buruh bisa lebih meningkat lagi intelektualitas dan kapasitasnya, tentunya membawa manfaat bagi dirinya dan masyarakat terutama tempat dia bekerja," kata Menteri Jumhur usai penandatangan MoU.
Menteri Jumhur berharap, program kerja sama ini bisa menghasilkan semakin banyak lagi orang-orang terutama pekerja-buruh yang bisa menempuh pendidikan tinggi. Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi agar meningkatkan pendidikan bangsa Indonesia.
Menanggapi kerja sama KSPSI dan UT ini, Mendikti Saintek Prof Brian Yuliarto menilai kerja sama ini adalah tindakan yang mulia karena kelak kaum pekerja yang berpendidikan lebih tinggi bisa membawa kebaikan, bukan saja untuk diri sendiri tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Termasuk hal yang paling utama adalah bagi perusahaan tempat pekerja itu bekerja.
Menurut Menteri Brian, melalui program ini memfasilitasi teman-teman buruh yang bekerja di berbagai industri untuk bisa mengikuti perkuliahan melalui Universitas Terbuka.
Dengan adanya MoU ini maka nantinya sosialisasi pentingnya pendidikan menjadi lebih mudah, pendaftaran juga dipermudah, bahkan akan ada diskon bagi anggota KSPSI.
Artikel Terkait
PM Thailand Bawakan Medali Kehormatan ke Prabowo: Anda Tokoh Ikonik, Tentara Kami Mengagumi Anda!
Helmy Yahya Ikut Sentil Ebemartono, Ingatkan soal Etika Seorang Konten Kreator
Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Kembali Gagalkan Penyelunduoan Narkotika Oleh WNA
Polisi Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek MOT RSUD Babel, Kerugian Ditaksir Rp5 Miliar Lebih
Tak Hanya Populer, Publik Nilai Seskab Teddy Punya Kapabilitas di Pemerintahan