YOKALBAR - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua menghadapi sejumlah tantangan dalam penerapan ketentuan bahan pangan. Hal ini menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan mitra MBG dari Papua dalam Rapat Koordinasi Nasional GEMAS HMD.
Darna Damis, Perwakilan Provinsi Papua, menyampaikan bahwa sejumlah ketentuan dalam pelaksanaan MBG perlu mempertimbangkan kondisi geografis, ketersediaan bahan pangan, serta rantai pasok di masing-masing daerah.
Salah satu persoalan yang disoroti adalah penggunaan ikan sebagai sumber protein. Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Papua menghadapi kesulitan apabila harus memenuhi kebutuhan hanya dari ikan air tawar.
“Mohon jangan ada pelarangan ikan laut untuk kami di Papua. Kita memiliki hasil laut yang melimpah dan masyarakat juga berada di wilayah kepulauan serta pesisir,” ujar Darna.
Penggunaan hasil laut lokal seharusnya dapat menjadi bagian pemenuhan kebutuhan protein, sepanjang memenuhi standar keamanan, kualitas, dan kebutuhan gizi yang ditetapkan.
Darna juga menyoroti pertanyaan mendasar: atas dasar apa Badan Gizi Nasional melarang ikan laut di Papua, padahal ikan air tawar sangat sulit memenuhi kebutuhan seluruh Satuan Pelayanan di sana?
Ia meminta Badan Gizi Nasional memberikan ruang penyesuaian dalam petunjuk teknis, agar pelaksanaan tidak hanya berorientasi pada keseragaman nasional, tetapi juga memperhatikan karakteristik setiap wilayah.
Selain ikan laut, mitra di Papua juga kesulitan mendapatkan stok susu yang sesuai ketentuan, terutama susu plain tanpa perasa dan pemanis. Hal ini membuat banyak penerima manfaat lama tidak mendapat jatah susu.
Darna berharap Badan Gizi Nasional memperkuat kebijakan yang adaptif di wilayah dengan tantangan distribusi seperti Papua. Standar gizi tetap dijaga, namun pemenuhan bahan pangan harus mempertimbangkan realitas di lapangan.
“Mohon BGN membuat juknis yang mengikuti kondisi daerah masing-masing,” pungkasnya. Aspirasi ini menjadi perhatian penting agar program MBG berjalan berkelanjutan tanpa mengabaikan potensi pangan lokal maupun kendala yang dihadapi.
Artikel Terkait
Helmy Yahya Ikut Sentil Ebemartono, Ingatkan soal Etika Seorang Konten Kreator
Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Kembali Gagalkan Penyelunduoan Narkotika Oleh WNA
Polisi Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek MOT RSUD Babel, Kerugian Ditaksir Rp5 Miliar Lebih
Tak Hanya Populer, Publik Nilai Seskab Teddy Punya Kapabilitas di Pemerintahan
Tingkatkan Kapasitas Intelektual Buruh, KSPSI dan UT Teken MoU Permudah Pekerja Kuliah dan Raih Gelar Sarjana