Selain itu, kontrak pemain-pemain Filipina ini juga dihargai lebih rendah dibandingkan pemain-pemain lokal yang sudah berlabel timnas atau pemain papan atas.
Informasi tersebut memang belum tentu benar, namun jika melihat nilai pemain di transfermarkt, asumsi tersebut memiliki dasar yang kuat. Misalnya, Daisuke Sato memiliki nilai 200 ribu Euro atau sekitar Rp 3,3 miliar di transfermarkt. De Murga memiliki nilai 100 ribu Euro, Mike Ott dihargai 250 ribu Euro, Kenshiro Daniels dibanderol 200 ribu Euro, dan Julian Schwarzer memiliki nilai 100 ribu Euro.
Bandingkan dengan pemain-pemain timnas Indonesia. Marc Klok, pemain timnas Indonesia, memiliki nilai transfer sekitar 475 ribu Euro atau setara dengan Rp 7,9 miliar di transfermarkt. Marselino Ferdinan dihargai 300 ribu Euro, Ricky Kambuaya dibanderol 275 ribu Euro, Saddil Ramdani dihargai 300 ribu Euro, Stefano Lilipaly memiliki nilai sekitar 325 ribu Euro, dan Yakob Sayuri dihargai sekitar 225 ribu Euro.
Lebih menariknya lagi, pemain-pemain asal Filipina ini juga telah bermain untuk timnas Filipina, atau yang sering disebut sebagai Azkals. Daisuke Sato, misalnya, telah tampil 56 kali bersama timnas, begitu juga dengan Carli de Murga (55 caps), Mike Ott (34 caps), dan Kenshiro Daniels (35 caps). Sementara beberapa pemain lainnya telah dipanggil ke timnas Filipina, meskipun jumlah pertandingannya masih terbatas.
Hingga pekan ke-4 BRI Liga 1 2023/24, beberapa pemain asal Filipina tersebut juga telah menjadi starter atau pemain inti di tim mereka. Contohnya adalah De Murga dan Mike Ott yang selalu menjadi pilihan utama di Barito Putera, Rontini di Persita, serta Anthony Pinthus di PSS Sleman.