YOKALBAR -- Pemain lokal di BRI Liga 1 harus meningkatkan kemampuannya agar kualitas liga meningkat, selain itu mereka juga bakal tergerus pemain asing jika terlalu lama di zona nyaman.
Mengenai pemain asing yang berlaga di BRI Liga 1 2023/24, ternyata jumlahnya cukup banyak.
Hingga periode pendaftaran pertama musim ini berakhir, ada total 107 pemain asing yang bermain di 18 klub BRI Liga 1 2023/24.
Dari 107 pemain asing tersebut, asal negaranya beragam, mulai dari Eropa, Afrika, Amerika Latin, hingga Asia.
Menariknya, jumlah pemain asing dari negara-negara ASEAN meningkat cukup signifikan dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Baca Juga: 2 Pasangan Mesum di Sekadau Terjaring Razia Tipiring, Diminta Buat Surat Pernyataan dan Dibina
Baca Juga: Momen Wartawan Icipi Masakan Warga Binaan di Lapas Singkawang
Hal ini disebabkan oleh adanya regulasi pemain asing yang menyatakan bahwa setiap tim harus memiliki 5 pemain asing ditambah 1 pemain asing dari negara-negara ASEAN.
Tentu saja, dengan banyaknya pemain ASEAN yang bermain di BRI Liga 1 2023/24, pemain asing dari Filipina menjadi yang paling mencolok. Saat ini, ada 14 pemain asal Filipina yang turut bermain di BRI Liga 1 2023/24.
Beberapa di antaranya adalah Dylan Alain De Bruycker (Bhayangkara FC), Daisuke Sato (Persib Bandung), Simen Lyngbo (Persik Kediri), Kainoa Bailey (Persikabo 1973), Diego Bardanca (Persis Solo), Christian Rontini (Persita Tangerang), Carlos de Murga (PS Barito Putera), Mike Ott (PS Barito Puetra), Enrique Fernandes (PSM Makassar), Anthony Pinthus (PSS Sleman), Kenshiro Daniels (Rans Nusantara), Oliver Bias (Persija Jakarta), Juan Schwarzer (Arema FC), dan Charles Ngo (Arema FC).
Jumlah pemain asal Filipina tersebut jauh lebih banyak dibandingkan pemain asal negara-negara ASEAN lainnya. Singapura misalnya hanya mengirimkan dua pemain, yaitu Jacob Mahler (Madura United FC) dan Song Ui-young (Persebaya Surabaya).
Thailand hanya menyertakan satu pemain, yaitu Elias Dolah (Bali United FC). Sementara itu, Myanmar mengirimkan satu pemain bernama Win Naing Tun (Borneo FC Samarinda), Timor Leste mengirim Paulo Costa Freitas (PSIS Semarang), dan Malaysia menyertakan Putera Maderner (Dewa United FC).
Tentu saja, pertanyaan logis pun muncul. Mengapa klub-klub di BRI Liga 1 2023/24 begitu tertarik dengan pemain-pemain asal Filipina, padahal sepak bola bukan olahraga yang paling digemari di negara tersebut yang berpenduduk sekitar 109 juta jiwa?
Alasan logis yang mungkin adalah harganya yang terjangkau. Pemain-pemain asal Filipina ini dihargai lebih murah dibandingkan pemain berkualitas dari Korea Selatan, Jepang, atau pemain asal ASEAN seperti dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Artikel Terkait
Buktikan Masakan Lapas Singkawang Bersih dan Higienis, Dirwatkeshab Ditjen PAS: Ini Enak Sekali
Momen Wartawan Icipi Masakan Warga Binaan di Lapas Singkawang
Jaga Kondusifitas di Lokasi Hiburan Musik, Kapolsek Singkawang Timur AKP Samsudin Turun ke Lapangan