YOKALBAR- Dampak tragedi Kanjuruhan kini mulai dirasakan pegiat sepakbola lokal, salah satunya di Kabupaten Sambas. Terbaru Asprov PSSI Kalimantan Barat telah mengeluarkan hasil rapat rekomendasi terkait batalnya pelaksanaan Liga 3 tingkat provinsi dan Piala Soeratin.
Pembatalan ini ditengarai imbas dari keputusan yang dikeluarkan oleh tingkat pusat yang mana PSSI sejauh ini telah mengambil langkah penghentian Liga 2 dan Liga 3, meski disisi lain terus melanjutkan Liga 1.
Meski ditentang oleh mayoritas kalangan pesepakbola mulai dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) hingga FIFpro yang merupakan asosiasi internasional para pesepakbola profesional.
Khusus Sambas, bahkan Ketua Askab PSSI Sambas telah menunjuk tim pelatih yang disertai persiapan tim untuk mengikuti liga dan turnamen tersebut. Mereka kecewa dengan keputusan penghentian ini.
Seperti yang disampaikan Ketua Askab PSSI Sambas, H Eko Suprihatino yang juga Anggota DPRD Kabupaten Sambas Fraksi PKS. "Ini sebuah sejarah yang tidak baik, dimana kompetisi Liga 3 Tingkat Provinsi dan Piala Soeratin tidak bisa dilaksanakan," kata Politisi PKS Sambas ini, belum lama ini.
Hal ini diketahui, saat mendapatkan surat resmi dari Asprov PSSI Kalbar, yang menyampaikan kepada seluruh Ketua Askab/Askot PSSI Kalimantan Barat serta Ketua Klub Asprov PSSI Kalimantan Barat.
Padahal, untuk di Kabupaten Sambas, sudah mempersiapkan kesebelasan untuk di turnamen tersebut. "Kami sudah mempersiapkan kesebelasan, termasuk telah menetapkan pelatih untuk tim Liga 3," katanya.
Tak hanya itu, tidak dilaksanakannya turnamen sepakbola, bisa menjadikan siklus kebangkitan persepakbolaan di daerah termasuk nanti di nasional pertumbuhannya akan tidak baik. "Ini nantinya berdampak pada matinya perkembangan pemain-pemain sepakbola didaerah khususnya pemain muda," katanya.
Meski demikian, Askab PSSI Sambas pada intinya menerima keputusan PSSI pusat terkait Kompetisi Liga 3 yang tidak digelar. Lantaran memang ada surat dari PSSi jika untuk di zona Nasional Liga 3 juga tidak digelar. Hanya saja, untuk Piala Soeratin U 13, 15 dan 17, wajib tetap digelar demi pembinaan sepakbola usia dini di daerah termasuk di Kalimantan barat.
Terlebih, PSSI pusat sudah mengeluarkan jadwal Piala Soeratin Zona Provinsi yang dijadwalkan bergulir di Agustus sampai dengan November.
“Kami mendapatkan informasi, jika di Piala Soeratin, PSSI Pusat sudah menjadwalkan untuk zona provinsi, dilaksanakan Agustus hingga November,” katanya.
Terpisah, terkait penghentian Liga 2 dan Liga 3 juga disayangkan oleh FIFPRO Asosiasi Pesepakbola Profesional internasional (Fédération Internationale des Associations de Footballeurs Professionnels) akhirnya angkat bicara terkait keputusan PSSI yang mengentikan kelanjutan Liga 2 dan Liga 3.
Artikel Terkait
Eko Kecewa Liga 3 dan Piala Soeratin Urung Digelar