Sebelumnya, pada tahun 2022 lalu, pemerintah sudah sepakat untuk mendatangkan 42 unit pesawat tempur multifungsi Rafale dari Perancis. Namun demikian, pesawat tempur Rafale baru akan datang 3-5 tahun ke depan.
Bahkan, Indonesia harus menunggu tiga hingga lima tahun lamanya baru mendapatkan Rafale yang dipesan, karena memang lini produksi Dassault butuh waktu untuk mengabulkan cita-cita Indonesia untuk memiliki mesin tempur yang memiliki detterent hebat ini.
"Kita sudah tanda tangan untuk pesawat Rafale, datangnya baru 3-5 tahun," kata Prabowo beberapa waktu lalu di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma.
Pesawat multirole combat ini merupakan buatan dari Dassault Aviation yang rencananya akan pertama hadir sebanyak enam pesawat, kemudian disusul sebanyak 36 pesawat berikutnya.
Mengingat semakin tingginya tensi laut natuna utara atau laut cina selatan, yang diperkirakan akan menjadi salah satu sumber eskalasi global nantinya, sudah sewajarnya jika Indonesia memiliki mesin tempur yang membuat keder negara-negara yang berani mengganggu kedaulatan Indonesia.
Berikut spesifikasi dari jet tempur Rafale:
Pabrikan: DASSAULT
Artikel Terkait
Makanan Yang Perlu Dihindari Saat Puasa Pada Bulan Ramadhan
Usai Gagal Berangkat Ke All England, Kecelakaan Maut Hampiri Syabda Perkasa Belawa
Aset Budaya Wisata Di Mempawah, Jadi Daya Tarik Wisata Luar Negeri
Momen Kocak, Puan Maharani Disebut Ingin Jadi Presiden Oleh Seorang Ibu-ibu di Singkawang, Begini Ceritanya
Mega Bilang Pilih Partai Demokrat Dihadapan Puan Maharani Saat Berkunjung di Singkawang