Di Depan Layar Menghibur Orang, di Belakang Layar Pemain Sirkus Dieksploitasi: Disetrum hingga Dikurung di Kandang Macan

photo author
Turnado, YoKalbar
- Kamis, 17 April 2025 | 11:08 WIB
Mantan pemain sirkus Taman Safari (Tangkapan Layar YouTube Forum Keadilan TV)
Mantan pemain sirkus Taman Safari (Tangkapan Layar YouTube Forum Keadilan TV)

YOKALBAR - Kisah memilukan muncul dari para mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI).

Dalam sebuah audiensi bersama Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, sejumlah perempuan mengungkapkan pengalaman kelam mereka selama bertahun-tahun menjadi bagian dari pertunjukan sirkus yang turut tampil di Taman Safari Indonesia.

Salah satu korban, Butet, menyampaikan bahwa dirinya kerap mengalami kekerasan fisik selama menjalani latihan maupun tampil di panggung.

“Kalau main saat show tidak bagus, saya dipukuli,” ungkap Butet di Kantor KemenHAM, Jakarta, Selasa 15 April 2025 saat melakukan audiensi.

“Pernah dirantai pakai rantai gajah di kaki, bahkan untuk buang air saja saya kesulitan,” jelas Butet.

Lebih memilukan, saat hamil pun Butet tetap dipaksa tampil dan dipisahkan dari anak yang baru dilahirkannya.

“Saya tidak bisa menyusui,” ujar Butet.

Tak hanya itu, Butet juga pernah dijejali kotoran hewan.

“Saya juga pernah dijejali kotoran gajah hanya karena ketahuan mengambil daging empal,” katanya dengan suara bergetar.

Fifi, anak Butet, juga menjadi korban sirkus sejak bayi.

Ia dibesarkan oleh salah satu bos OCI tanpa mengetahui siapa ibunya hingga remaja.

“Saya sempat diseret dan dikurung di kandang macan, susah buang air besar. Saya nggak kuat, akhirnya saya kabur lewat hutan malam-malam,” kenang Fifi.

Namun, pelariannya tak berlangsung lama.

Ia ditemukan kembali dan mengalami penyiksaan yang lebih parah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Turnado

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X