YOKALBAR - Sebanyak 70 ton Biomassa Pellet Tankos (Tandan Kosong) Kelapa Sawit dikirim oleh PLN Energi Primer Indonesia ke PLN Indonesia Power PLTU Bengkayang, Kamis 23 November 2023 kemarin.
Puluhan ton Biomassa Tankos ini, menjadi pengiriman perdana PLN Energi Primer Indonesia ke PLTU Bengkayang. Di akhir tahun nanti, akan kembali mengirimkan dengan total 200 ton Biomassa Tankos.
Anita Puspita Sari, VP Pengembangan Bisnis, Pemasaran dan Perencanaan Biomassa, menjelaskan tandan kosong kelapa sawit adalah salah satu variasi biomassa yang digunakan sebagai bahan bakar biomassa untuk pengganti sebagian penggunaan energi fossil berupa batubara di PLTU tersebar diseluruh Indonesia.
Baca Juga: Jembatan SP 1 Singkawang Ambruk, Gejala Rusak Ternyata Sudah Terlihat Sejak 2 Bulan Lalu
"Tujuannya adalah untuk utilisasi asset pembangkit eksisting melalui pengurangan penggunaan energi fossil dengan energi hijau terbarukan yang secara emisi lebih rendah," jelas Anita.
Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan program pemerintah dengan transisi energi ke renewable energy menuju target Net Zero Emission tahun 2060.
Tandan Kosong kelapa sawit sendiri, lanjut Anita, adalah by product dari perkebunan kelapa sawit, dengan porsi yang cukup besar yakni 23% dari hasil sawit yang dipanen. Saat ini pemanfaatannya digunakan sebagai pupuk di perkebunan, namun sisanya masih berpotensi untuk diolah dibandingkan jika menumpuk menjadi limbah sumber emisi.
Baca Juga: Viral Video Penjual Es Lecehkan Anak di Bawah Umur di Malang, Kurang 24 Jam Pelaku Diciduk Polisi
"Dengan pemanfaatan tankos ini, maka terdapat usaha pengurangan emisi dari limbah perkebunan, sekaligus bisa menjadi sumber energi baru untuk bahan bakar pada PLTU," pungkasnya. (*)
Artikel Terkait
Satu Pengendara Alami Luka Serius Akibat Kecelakaan Tunggal di Tuban, Polisi Imbau Hati-hati
Pohon Tumbang Melintangi Jalan di Dairi, Polisi Sigap Lakukan Pembersihan
Polisi Tingkatkan Kemampuan Puluhan Pasukan Satlinmas di Malang Jelang Pemilu
Viral Video Penjual Es Lecehkan Anak di Bawah Umur di Malang, Kurang 24 Jam Pelaku Diciduk Polisi
Jembatan SP 1 Singkawang Ambruk, Gejala Rusak Ternyata Sudah Terlihat Sejak 2 Bulan Lalu