YOKALBAR - Pembangunan pagar di depan kantor Wali Kota Singkawang mendapat protes oleh warga.
Protes ini diperlihatkan lewat aksi massa yang mengatasnamakan "H-MAS" atau Himpunan Masyarakat Singkawang, di Kantor Wali Kota Singkawang, Senin 11 Desember 2023.
Koordinator aksi, Muhammad Tahyat mengungkapkan, mereka menolak pemasangan simbol salah satu etnis di pagar tersebut.
Tujuannya, lanjut Tahyat, agar Pemerintah Kota Singkawang tetap terjaga dalam posisi netral di tengah masyarakat.
Baca Juga: 2.992 Rumah Tangga Tidak Mampu di Kubu Raya Terima BPBL
"Jadi kami maunya tidak ada lagi simbol-simbol etnis tertentu yang terdapat di aset negara yang dapat memincu polemik di kemudian hari," ucap Muhammad Tahyat.
Setidaknya ada empat tuntutan yang mereka sampaikan ke Pemerintah Kota Singkawang, yakni:
1. Menolak desain pagar Pemkot Singkawang dengan simbol/lambang etnis tertentu.
Baca Juga: Satono dan Bui Kiong Tinjau Pedestrian Pasar Tebas
2. Merubah desain pagar dengan desain lambang Pemkot Singkawang serta merubah bentuk persegi yang sudah ada menyesuaikan dengan lambang Pemkot.
3. Meminta Pemkot Singkawang untuk menjaga kondusifitas Kota Singkawang dengan tidak membuat sesuatu yang dapat menimbulkan polemik di Kota Singkawang.
4. Meminta pemerintah dan DPRD Kota Singkawang untuk menyetujui tuntutan dengan komitmen memberikan jangka waktu penyelesaian perubahan desain dalam waktu 3 hari (3×24 jam). (*)
Artikel Terkait
Buka SKB Kesamaptaan, Kakanwil Kemenkum HAM Kalbar Pinta Peserta CPNS Tak Termakan Rayuan Oknum
Seorang Pria di Paloh Sambas Nekat Akhiri Hidup
Katherine Angela Oendoen Dorong Bantuan Pasang Baru Listrik di Kabupaten Sambas
Satono dan Bui Kiong Tinjau Pedestrian Pasar Tebas
2.992 Rumah Tangga Tidak Mampu di Kubu Raya Terima BPBL