Ribuan Ton Jagung Impor Asal Brazil dan Argentina Didistribusikan ke Kalbar, Ini Tujuannya

photo author
Sulandra, YoKalbar
- Senin, 22 Januari 2024 | 16:07 WIB
Caption: Pemerintah, Pinsar dan Bulog memantau pakan ternak (jagung) asal Brazil dan Argentina di Gudang Bulog Singkawang. (Sulandra)
Caption: Pemerintah, Pinsar dan Bulog memantau pakan ternak (jagung) asal Brazil dan Argentina di Gudang Bulog Singkawang. (Sulandra)


YOKALBAR - Pemerintah dibantu Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) dan Bulog mendistribusikan sebanyak 4.933 ton pakan ternak berupa jagung kepada para Peternak Mandiri di Kalimantan Barat.

Langkah ini diambil Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebagai upaya untuk menekan Inflasi pasca kenaikan harga Daging Ayam Ras dan Komuditas Telur Ras.

Menurut Heronimus Hero, Kepala Disbunnak Provinsi Kalbar, kenaikan harga daging ayam dan telur itu disebabkan mahalnya harga pakan ternak yang diproduksi lokal.

Baca Juga: PB KOMPAS Raih Juara Pertama Turnamen PBSI Singkawang, Usai Kandaskan Perlawanan PB BIMA SAKTI

Sedangkan kenaikan harga pakan ternak tersebut disebabkan kurangnya hasil pertanian masyarakat akibat El-Nino.

"Oleh sebab itu Pemerintah mengambil kebijakan dengan mengimpor pakan ternak dari Brazin dan Argentina," ungkap Heronimus Hero.

Ribuan ton pakan ternak impor ini akan segera disalurkan kepada para Peternak Mandiri yang ada di Kalbar, dengan dibantu Pinsar dan Bulog.

Baca Juga: Diselenggarakan di Kota Singkawang, Rayon III PIPAS Kalbar Sukses Gelar Acara HUT ke-20 PIPAS

Pemerintah, kata Heronimus, berharap dengan bantuan ini, peternak mandiri akan lebih mudah memenuhi kebutuhan pakan ternak mereka, sehingga menurunkan harga daging ayam dan telur.

Sementara itu, Ir. Bambang Mulyantono, Sekretaris Pinsar Kalbar menyebutkan, pendistribusian ini akan dilakukan bertahap.

Di tahap pertama, lanjutnya, sudah berlangsung sejak November, Desember tahun 2023 hingga Januari 2024 ini dengan total 250 ton.

Baca Juga: PB KOMPAS dan PB BIMA SAKTI Rebutkan Piala Juara Pertama Turnamen Badminton PBSI Singkawang

"Nanti di tahap berikutnya kami akan lanjutkan sebanyak 250 ton," terang Bambang.

Untuk diketahui, berdasarkan data BPS Kalbar pada Desember 2023 lalu, Daging Ayam Ras dan Komuditas Telur Ayam Ras menjadi salah satu penyumbang utama Inflasi di Provinsi Kalimantan Barat. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sulandra

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X