YOKALBAR PONTIANAK – Banjir di Desa Pancaroba dan Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, terus berulang di titik yang sama.
Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat menegaskan perlunya langkah mitigasi struktural guna mencegah bencana serupa di masa mendatang.
Ketua Satgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengungkapkan bahwa banjir ini disebabkan oleh air kiriman dari wilayah hulu, seperti Kabupaten Landak dan Sanggau. Secara geografis, Pancaroba berada di dataran rendah, sehingga air yang turun dari hulu langsung menggenangi wilayah tersebut.
Baca Juga: Sambangi Pasar Tradisional dan Modern, Harga Bapok di Pontianak Terpantau Stabil
“Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan pengerukan parit yang tersumbat agar aliran air lebih lancar. Selain itu, solusi jangka panjangnya adalah membangun waduk penampungan di daerah ini untuk mengelola debit air yang datang dari hulu,” ujar Daniel, Senin (10/3/2025).
Selain pembangunan waduk, solusi lainnya adalah relokasi permukiman warga yang berada di area dataran rendah serta peninggian badan jalan guna mengurangi risiko banjir dan kemacetan. Namun, keputusan relokasi bergantung pada kesiapan masyarakat yang terdampak.
Untuk saat ini, BPBD bersama kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan tengah berupaya mengurai kemacetan akibat banjir agar arus lalu lintas tetap berjalan. Namun, mitigasi jangka panjang tetap menjadi prioritas agar peristiwa ini tidak terus berulang.
Dengan langkah-langkah ini, BPBD Kalbar berharap daerah Pancaroba dan Teluk Bakung bisa lebih siap menghadapi musim hujan serta meminimalisir dampak banjir bagi warga dan pengguna jalan.
Artikel Terkait
Gelar Bazar Murah Bapok, Upaya Pemkot Tekan Harga Kebutuhan Pokok
Rambu Peringatan Harus Dipasang di Lokasi Rawan Bencana, Begini Imbauan BPBD Kalbar
Kapolresta Pontianak Dorong Pemkot Terbitkan Aturan Jam Malam bagi Anak
Gubernur Kalbar Ria Norsan Pimpin Langsung Operasi Pasar Murah di Mempawah