YOKALBAR KUBU RAYA – Ketua Satgas Bencana Kalimantan Barat, Daniel, mengimbau para pengguna Jalan Trans Kalimantan untuk mencari jalur alternatif seiring dengan masih tingginya genangan air akibat banjir.
Ketinggian air di ruas jalan tersebut pernah mencapai 60 cm, dengan banjir membentang sepanjang 12 kilometer, dari KM 30 hingga KM 42.
Baca Juga: Gubernur Kalbar Kunjungi Mempawah, Buka Operasi Pasar Murah
Baca Juga: Gelar Bazar Murah Bapok, Upaya Pemkot Tekan Harga Kebutuhan Pokok
“Kami mengimbau masyarakat, terutama pengendara roda dua dan kendaraan kecil, untuk tidak memaksakan diri melewati jalan yang masih terendam banjir. Demi keselamatan, sebaiknya gunakan jalur alternatif seperti melalui Sungai Pinyuh,” ujar Daniel, Senin (10/3/2025).
Kemacetan masih terjadi di sejumlah titik akibat kendaraan berat seperti truk angkutan barang yang kesulitan melintas. Petugas dari BPBD, kepolisian, dan Dinas Perhubungan terus berupaya mengurai arus lalu lintas agar kendaraan yang terjebak bisa bergerak perlahan.
Selain itu, Daniel juga meminta masyarakat tidak berteduh atau berhenti terlalu lama di tepi jalan yang terdampak banjir untuk menghindari risiko kecelakaan atau terseret arus.
“Untuk warga sekitar, kami juga mengingatkan agar tetap waspada karena air kiriman dari wilayah hulu masih berpotensi meningkatkan debit banjir,” tambahnya.
Saat ini, tim gabungan terus memantau perkembangan banjir dan menyiapkan langkah penanganan lebih lanjut. Warga dan pengendara diimbau untuk selalu memperbarui informasi sebelum melakukan perjalanan agar dapat menghindari jalur yang terdampak banjir.
Artikel Terkait
Gelar Bazar Murah Bapok, Upaya Pemkot Tekan Harga Kebutuhan Pokok
Rambu Peringatan Harus Dipasang di Lokasi Rawan Bencana, Begini Imbauan BPBD Kalbar
Kapolresta Pontianak Dorong Pemkot Terbitkan Aturan Jam Malam bagi Anak
Gubernur Kalbar Kunjungi Mempawah, Buka Operasi Pasar Murah