Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Singkawang Alami Penurunan

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Jumat, 16 Mei 2025 | 16:22 WIB
Kabid Kesehatan Masyarakat dan SDM Kesehatan, Hazimiwati.
Kabid Kesehatan Masyarakat dan SDM Kesehatan, Hazimiwati.

YOKALBAR, SINGKAWANG - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kota Singkawang mencatat penurunan angka kematian ibu dan bayi pada tahun 2024 dan 2025. 

 
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat dan SDM Kesehatan, Hazimiwati, mengungkapkan pada tahun 2024 hanya tercatat satu kasus kematian ibu saat melahirkan. 
 
Sementara hingga April 2025, belum ditemukan kasus serupa.
 
“Tahun ini sampai April belum ada kasus kematian ibu melahirkan. Tahun 2024 hanya satu kasus, dan penyebabnya adalah perdarahan saat melahirkan,” ujar Hazimiwati, saat diwawancarai pada Kamis 15 Mei 2025 sore.
 
 
Sedangkan untuk angka kematian bayi, terjadi 35 kasus pada tahun 2024 dan 15 kasus hingga April 2025. 
 
Penyebab utama kematian bayi meliputi kelainan bawaan, asfiksia (kondisi kekurangan oksigen saat lahir), dan BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah).
 
Hazimiwati menambahkan penurunan angka kematian ini tidak terlepas dari berbagai upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya, mulai dari edukasi hingga layanan kesehatan terintegrasi.
 
“Pencegahan dimulai sejak remaja putri, karena mereka adalah calon ibu. Kami membagikan tablet tambah darah di sekolah-sekolah, terutama di wilayah pinggiran,” jelasnya.
 
 
Langkah lain yang diambil adalah pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin melalui kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) dan Puskesmas. 
 
Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi dini kondisi kesehatan yang berisiko saat kehamilan.
 
“Jika ditemukan anemia misalnya, bisa langsung ditangani. Karena anemia pada calon ibu bisa mempengaruhi keselamatan ibu dan bayi nantinya,” tambahnya.
 
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Singkawang juga menjalankan program Kelas Ibu Hamil dan Kelas Balita di setiap Puskesmas. 
 
Program ini menjadi wadah edukasi dan berbagi pengalaman antar ibu hamil, baik yang baru pertama kali maupun yang sudah berpengalaman.
 
“Edukasi menjadi kunci. Lewat kelas ini, para ibu jadi lebih siap menghadapi proses kehamilan, persalinan, hingga merawat anak,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X