Gubernur Norsan Nilai Gerakan Mahasiswa Beri Energi Baru untuk Perubahan

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Selasa, 30 September 2025 | 16:48 WIB
Gubernur  Kalbar Ria Norsan (yokalbar)
Gubernur Kalbar Ria Norsan (yokalbar)

 

YoKalbar Pontianak– Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memberikan apresiasi tinggi kepada aliansi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menggelar aksi damai sekaligus audiensi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalbar, Rabu (3/9/2025). Ia menilai gerakan mahasiswa membawa energi baru yang mampu mendorong perubahan nyata bagi daerah maupun bangsa.

Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi kritis, mulai dari isu lingkungan, kriminalisasi masyarakat adat, ketenagakerjaan, Dana Bagi Hasil (DBH), hingga kesejahteraan guru dan tenaga pendidik. Mereka juga mengecam tindakan kekerasan aparat dalam aksi unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah.

Gubernur Norsan menilai, penyampaian aspirasi mahasiswa yang dilakukan dengan cara tertib dan santun adalah contoh baik dalam berdemokrasi.

Baca Juga: Paska Jembatan Ambruk Di Tebas Sungai, Bupati Sambas Akan Masukan Skala Prioritas Pembangunan

Baca Juga: Polisi Sita Aset Rp 1 Miliar Lebih Dari ASN Tersangka Gratifikasi di Pontianak

“Suara mahasiswa punya peran penting dalam perubahan. Jika mahasiswa turun dengan cara yang baik, insyaAllah akan ditanggapi, meski perlu proses,” kata Norsan.

Norsan mengakui bahwa rata-rata lama sekolah di Kalbar masih 7,2 tahun. Karena itu, Pemprov berkomitmen memperluas akses pendidikan informal melalui Paket A, B, dan C untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ia juga menyebut anggaran pendidikan di APBD Kalbar sudah mencapai 27 persen, lebih tinggi dari amanat undang-undang 20 persen.

Terkait DBH, Norsan sepakat bahwa Kalbar sebagai salah satu penyumbang utama sawit dan tambang nasional seharusnya mendapatkan porsi lebih besar.

“Untuk royalti tambang kita hanya dapat 22 persen, sisanya 78 persen ke pusat. Kami sudah berulang kali memperjuangkan agar daerah penghasil diberi porsi lebih adil,” tegasnya.

Sementara pada isu ketenagakerjaan, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah provinsi tengah mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja, salah satunya melalui pengembangan Pelabuhan Internasional Kijing yang sudah menarik 14 perusahaan untuk berinvestasi di Kalbar.

Menutup audiensi, Norsan juga menekankan pentingnya pendekatan humanis aparat dalam mengawal aksi mahasiswa.

“Saya yakin kalau mahasiswa humanis, aparat pun harus humanis. Yang perlu diwaspadai itu penyusup. Saya optimis, 10 tahun ke depan akan ada adik-adik mahasiswa yang hari ini duduk di kursi DPRD maupun pemerintah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Kalbar adalah rumah bersama yang harus dijaga semua pihak. “Mari kita rawat persatuan dan kondusifitas Kalimantan Barat demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X