BPBD Kalbar Tekankan Pentingnya Edukasi dan Pengawasan untuk Tekan Karhutla

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Selasa, 18 November 2025 | 23:30 WIB
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel.

YOKALBAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan bahwa peningkatan edukasi, pengawasan, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama menghadapi periode rawan kebakaran di provinsi ini.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Informasi dan Data BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, menjelaskan bahwa aktivitas manusia masih menjadi pemicu utama karhutla.

Ia menyebut dua faktor dominan, yakni pembukaan lahan dengan cara membakar dan kondisi lahan gambut yang mudah terbakar saat kemarau.

Menurutnya, masyarakat di sejumlah daerah masih mengandalkan metode pembakaran untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan karena dianggap lebih cepat dan murah.

“Padahal cara ini sangat berisiko, terlebih saat kemarau,” ujarnya, pada Jumat 14 November 2025.

Selain itu, lahan gambut yang mengering memiliki sifat mudah terbakar dan sulit dipadamkan.

Kebakaran sering kali cepat meluas akibat kandungan bahan organik kering di bawah permukaan tanah.

Baca Juga: BPBD Kalbar Catat 23 Ribu Hektar Karhutla Sepanjang Januari–September 2025

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, BPBD Kalbar menilai perlunya langkah terpadu antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan aparat penegak hukum untuk memperkuat pencegahan.

Edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk mengubah pola pembukaan lahan, sementara pengawasan dan sinergi antarsektor dibutuhkan untuk memastikan potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X