YOKALBAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat mencatat total luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 1 Januari hingga 30 September 2025 mencapai 23.118,65 hektar.
Data ini menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Informasi dan Data BPBD Provinsi Kalbar menyampaikan bahwa luasan karhutla tersebut terbagi dalam dua kategori utama, yakni kawasan non-hutan dan kawasan hutan.
“Berdasarkan hasil perhitungan, karhutla di lahan non-hutan mencapai sekitar 638,11 hektar, sedangkan di kawasan hutan luasnya mencapai 22.480,53 hektar,” ujarnya, pada 14 November 2025
Lahan non-hutan meliputi area pertanian, perkebunan, permukiman, serta wilayah pertambangan.
Sementara itu, kebakaran di kawasan hutan mencakup berbagai tipe hutan, di antaranya , Hutan lahan kering sekunder, Hutan tanaman industri, Hutan rawa sekunder, Hutan lahan kering primer, Hutan mangrove sekunder dan primer, Hutan rawa primer.
Kebakaran pada kawasan hutan tercatat mendominasi kejadian karhutla tahun ini, dengan kontribusi lebih dari 97 persen dari total luas area terbakar di Kalimantan Barat.
BPBD Kalbar mengingatkan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha sangat diperlukan guna mencegah terjadinya karhutla, terutama menghadapi kondisi cuaca kering yang rawan memicu kebakaran. (*)
Artikel Terkait
Tinjau SMKN 1 Ketapang, Gubernur Ria Norsan Dorong Penguatan Sekolah Vokasi agar Lulusan Siap Kerja
Gubernur Ria Norsan Dorong Perluasan Paket C untuk Dongkrak IPM Kalimantan Barat