Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., menyerahkan Penghargaan Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025 kepada Bupati/Wali Kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, serta Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis (18/12/2025).
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas kontribusi dan komitmen dalam mendukung serta mendorong pelaksanaan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup di lingkungan pendidikan. Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan, tetapi juga amanah yang harus terus dijaga dan diwujudkan melalui perilaku nyata dan konsisten dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada seluruh satuan pendidikan yang berkomitmen melaksanakan Program Adiwiyata. Teruslah berinovasi dan berperan aktif dalam mendukung agenda nasional, termasuk Asta Cita, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi Kalimantan Barat, yaitu terwujudnya Kalimantan Barat yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan,” ujar Gubernur Ria Norsan.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Gubernur menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada 15 sekolah penerima Penghargaan Adiwiyata Provinsi Tahun 2025, 7 sekolah penerima Penghargaan Adiwiyata Nasional, serta 4 sekolah penerima Penghargaan Adiwiyata Mandiri, yang sebelumnya telah menerima penghargaan secara nasional di Jakarta pada 11 Desember 2025.
Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan Program Adiwiyata membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkesinambungan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, dunia usaha, mitra pembangunan, serta kalangan akademisi perlu terus diperkuat agar keberlanjutan Program Adiwiyata di Kalimantan Barat benar-benar terjaga dan memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang.
“Apresiasi juga saya sampaikan kepada para Bupati dan Wali Kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan Provinsi serta Kabupaten/Kota, Tim Pembina dan Penilai Adiwiyata Provinsi Kalimantan Barat, serta seluruh sekolah yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa,” ungkapnya.
Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi pemantik semangat untuk terus membimbing peserta didik agar tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, berhati bersih, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa penerapan perilaku ramah lingkungan di sekolah Adiwiyata, mulai dari pengelolaan kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, konservasi keanekaragaman hayati, hingga penghematan air dan energi, merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan. Nilai-nilai Adiwiyata tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan empati, kepedulian, dan keberanian untuk bertindak sejak dini.
“Dari sekolah-sekolah inilah kita menyiapkan generasi hijau, generasi sadar iklim, yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat juga menyampaikan apresiasi kepada Sekolah Rakyat Terintegrasi 53 Pontianak yang mulai berpartisipasi dalam Program Adiwiyata. Pemberian apresiasi Sekolah Rakyat Menuju Adiwiyata Tahun 2025 dinilai sebagai terobosan baru yang patut didukung bersama sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan dan dampak gerakan peduli lingkungan di seluruh satuan pendidikan.