Pemkot Singkawang Rumuskan Cara Tangani Banjir

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Rabu, 8 Maret 2023 | 12:42 WIB
Bantu warga kebanjiran  (yokalbar )
Bantu warga kebanjiran (yokalbar )

YOKALBAR -- Seringkali ketika hujan deras mengguyur Kota Singkawang ataupun Diwilayah Kabupaten Bengkayang, banjir akan menggenangi Kota Singkawang.
 
Secara umum ada beberapa faktor penyebab banjir di kota Singkawang, antara lain
 
Curah hujan yang tinggi: Singkawang merupakan daerah dengan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga saat musim hujan tiba, air sungai yang mengalir melalui kota bisa meluap dan menyebabkan banjir.
 
Kondisi geografis: Singkawang terletak di dataran rendah dan memiliki topografi yang cenderung datar. Hal ini membuat air sulit untuk mengalir keluar kota dengan cepat, sehingga memicu terjadinya banjir.
 
Pembangunan infrastruktur yang tidak memperhatikan tata ruang: Pembangunan infrastruktur di Singkawang tidak selalu memperhatikan tata ruang yang baik, sehingga terkadang pembangunan dilakukan di area resapan air atau daerah yang rentan terhadap banjir.
 
Perubahan penggunaan lahan: Penggunaan lahan yang tidak terkontrol dan tidak memperhatikan fungsi daerah resapan air dapat memperburuk risiko banjir di Singkawang.
 
Keterbatasan drainase: Sistem drainase yang ada di Singkawang masih kurang memadai untuk menangani volume air yang besar saat terjadi hujan deras, sehingga memicu terjadinya banjir.
 

Guna mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota Singkawang menggelar rapat koordinasi penanganan banjir di Ruang Bumi Betuah, Selasa (7/3/2023). Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Pj. Wali Kota Singkawang, dihadiri oleh Forkopimda Kota Singkawang dan Kepala Perangkat Daerah terkait.

Baca Juga: Komplotan Penipuan Konser Palsu Sheila on 7 Ditangkap, Berikut Tips agar Tidak Mudah Ketipu Gawe Bodong

Baca Juga: Ini Keunggulan Senjata Api Terbaru Buatan Pindad, Lebih Ringan dan Modern Dibanding SS2

 

Berdasarkan hasil rapat tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Singkawang Edi Purwoko mengatakan per 6 Maret 2023 ini sebanyak 317 jiwa dari 96 KK telah dievakuasi ke shelter pengungsi.

Adapun beberapa titik evakuasi yang dipersiapkan menjadi tempat penampungan bagi korban banjir berada di Aula Kantor Kelurahan Condong, UPT LLK Kota Singkawang dan Aula Kantor Kecamatan Singkawang Tengah.

Selain itu, adapula tempat penampungan yang sifatnya mandiri, seperti Masjid Al-Taqwa Kelurahan Sekip Lama, Kantor Kelurahan Bukit Batu dan salah satu rumah warga di Kelurahan Bukit Batu.

Pj. Wali Kota Singkawang Sumastro mengatakan pihaknya menyepakati memberikan perlindungan sosial dan pelayanan kesehatan bagi warga yang ada di titik-titik evakuasi tersebut.

“Untuk perlindungan sosial ini tentunya kebutuhan pasokan makanan akan kita persiapkan secara rutin. Termasuk, melakukan pengecekan kondisi kesehatan oleh tim medis. Kita berharap kondisi cuaca di Kota Singkawang ini semakin membaik,” ujarnya.

“Nanti akan ada langkah-langkah yang berkaitan dengan tindakan-tindakan terprogram untuk membuka saluran dan lain-lain. Seperti disampaikan oleh perwakilan Dinas PUPR Provinsi, nanti akan ada penguatan tebing di dalam kawasan kota dan sekitarnya,” tambahnya.

Kemudian, pihaknya akan segera membangun sarana fasilitas umum MCK (makan, cuci, kakus) di tempat penampungan yang berada di Kelurahan Condong. “Minimal 3 unit MCK yang proporsional,” ungkap Sumastro.

Menanggapi persoalan tingginya permukaan banjir yang melanda kawasan Kelurahan Sanggau Kulor, pihaknya akan melaksanakan program normalisasi sungai yang mengalami sedimentasi. Namun hal ini, ujar Sumastro, memakan anggaran dana yang cukup besar diperkirakan sebesar Rp11 Miliar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Sumber: Media Center Singkawang

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X