YOKALBAR -- Tokoh Masyarakat Singkawang, Aloysius Kilin menyayangkan narasi pemberitaan di media sosial yang menyebutkan jika terjadi penyerobotan lahan hingga 10 Hektar di Sagatani Kecamatan Singkawang Selatan Kota Singkawang.
Dinarasikan seolah-olah mantan Walikota Singkawang menyerobot milik warga.
Sebagai orang yang pernah membeli lahan di area tersebut, menurut Kilin transaksi jual beli terjadi pada belasan tahun silam antara dirinya dengan pemilik lahan sebelumnya yakni (alm) Yohanes.
Kemudian tanah tersebut seiring waktu dibeli oleh Tjhai Chui Mie.
"Tidak benar menyerobot, tidak mungkin demikian karena sekitar belasan tahun lalu saya ada beli tanah disana yang kemudian dibeli oleh Bu Tjhai Chui Mie" kata Aloysius Kilin Rabu (26/4/2024).
Dia juga mengkritisi isi pemberitaan tersebut yang menarasikan seolah-olah terjadi aksi sewenang-wenang membuka lahan menggunakan eksavator oleh anggota keluarga mantan Walikota Singkawang tersebut.
"Tidak mungkin juga Pak Anen berlaku seperti itu, kita ini hidup di negara demokratis dan taat azas, bagaimana bisa disebut berperilaku demikian," katanya.
Aloysius Kilin menceritakan jika belasan tahun silam, dirinya membeli lahan itu masih berupa lahan kebun dan semak-semak.
Seiring waktu tidak ada dinamika terkait kepemilikan lahan yang telah melalui alur jual beli tersebut.
"Kok sekarang tiba-tiba disebut Ibu menyerobot, dulu itu lahan pak Yohanes yang kemudian saya beli dan kemudian dijual, disana ada sebagian yang ada tanaman ada yang beli ada pohon duriannya ada juga bagian lahan yang bukan lahan kebun," katanya.
Dirinya mengimbau agar warga tidak mudah menelan isu mentah-mentah terkait isu penyerobotan ini.
Artikel Terkait
Usai Antar Penumpang, Mobil Ambulan Terguling di Sungai Purun Kecil Mempawah
289 Napi di Lapas Singkawang Dapat Remisi, 1 Diantaranya Bebas
Bangkai Seekor Penyu Ditemukan di Pesisir Pantai di Sambas
Tradisi Ziarah Kubur di Sambas Kalbar Budayanya Masih Awet
Kondisi Macet Di Jembatan Semangau Sambas, Lebaran Kedua Makin Parah