YOKALBAR - Kekerasan yang dialami 11 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Singkawang di Myanmar, membuat keluarga mereka cemas tidak karuan.
Pihak keluarga terus memikirkan keselamatan ke-11 PMI yang tidak dapat pulang akibat ditahan oleh bos mereka.
Ditambah lagi, lokasi tempat para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal Singkawang ini berada di wilayah yang dikuasai Separatis bersenjata Myanmar.
Hal ini membuat upaya memulangkan para PMI ini begitu sulit untuk dilakukan oleh Pemerintah Indonesia, khususnya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Meski mengalami kekerasan, kondisi para PMI asal Singkawang ini masih cukup baik, dan masih dapat berkomunikasi dengan keluarganya.
Pj Wako Singkawang, Sumastro juga menyampaikan kondisi para PMI itu ke awak media seusai mendatangi rumah salah satu keluarga para PMI di Singkawang.
"Mereka kondisinya baik, tapi kita pantau terus, kita komunikasi terus, sambil kita berusaha memulangkan mereka," ucap Sumastro, Sabtu 29 April 2023. (*)
Artikel Terkait
11 TKI Asal Singkawang Disiksa di Myanmar, Pemkot Upaya Pulangkan
11 TKI Asal Singkawang Disiksa di Myanmar, Bukti Pentingnya Jadi TKI yang Legal
Pak Ivan Angkat Bicara Soal 11 TKI Asal Singkawang Diduga Disiksa di Myanmar, Ternyata Pernah Minta Bantuannya
Cerita Devi, Mahasiswi Cantik yang Rasakan Pengalaman Pertama Bikin Paspor di Kantor Imigrasi Singkawang
Berada di Wilayah Separatis Bersenjata di Myanmar, KBRI Kesulitan Datangi Lokasi 11 PMI Asal Singkawang
Jawaban Sumastro Soal Peluang Memulangkan 11 PMI Asal Singkawang dari Wilayah Separatis Bersenjata di Myanmar