YOKALBAR, SINGKAWANG - Upaya membangun budaya tanggap darurat di kalangan pelajar terus diperkuat.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak menggelar kegiatan bertajuk "Sinergi Edukasi dan Aksi: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar melalui Metode TUMAYA (Tutor Teman Sebaya) untuk Lay Rescuer di Kota Singkawang" di SMA Santo Paulus Nyarumkop pada 31 Juli–1 Agustus 2026.
Tak sekadar memberikan pelatihan, kegiatan ini juga ditandai dengan penyerahan satu unit manekin Resusitasi Jantung Paru (RJP) kepada SMA Santo Paulus Nyarumkop sebagai bentuk investasi sarana pembelajaran.
Manekin tersebut diharapkan menjadi media praktik yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam pembelajaran Bantuan Hidup Dasar (BHD) di lingkungan sekolah.
Penyerahan dilakukan secara simbolis pada opening ceremony oleh Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak, Egidius Umbu Ndeta, kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Santo Paulus Nyarumkop, Tri Anita Avilla, disaksikan oleh para guru, narasumber, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak, serta sembilan siswa yang telah dipilih sebagai tutor teman sebaya.
Dalam sambutannya, Egidius mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan edukasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
"Kami ingin meninggalkan sesuatu yang dapat terus dimanfaatkan oleh sekolah. Manekin RJP ini merupakan investasi pembelajaran agar siswa dapat terus berlatih, sementara metode TUMAYA memungkinkan pengetahuan tersebut terus diwariskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya. Dengan demikian, semakin banyak generasi muda yang siap menjadi lay rescuer ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kasus henti jantung di luar rumah sakit masih menjadi tantangan karena tidak semua korban memperoleh pertolongan segera dari orang-orang di sekitarnya.
Padahal, tindakan Bantuan Hidup Dasar yang dilakukan dalam beberapa menit pertama dapat meningkatkan peluang keselamatan korban secara signifikan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Santo Paulus Nyarumkop, Tri Anita Avilla, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah sebagai mitra pelaksanaan kegiatan sekaligus penerima bantuan sarana pelatihan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak atas pelaksanaan program ini. Bantuan manekin RJP menjadi nilai tambah yang sangat berarti karena siswa dapat terus berlatih meskipun kegiatan pengabdian telah selesai. Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian, keberanian, dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama," tambahnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Bantuan Hidup Dasar oleh Simson Fermande Tameon.