kalbar

Poltekkes Kemenkes Pontianak Cetak Tutor Sebaya BHD, Hibahkan Manekin RJP ke SMA Santo Paulus Nyarumkop

Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:13 WIB

Peserta memperoleh pemahaman mengenai pengenalan henti jantung, pentingnya aktivasi sistem kegawatdaruratan, langkah-langkah Bantuan Hidup Dasar, serta teknik Hands-Only CPR sesuai rekomendasi ilmiah terkini.

Tidak hanya menerima teori, seluruh peserta mengikuti sesi praktik menggunakan manekin dengan pendampingan langsung dari narasumber dan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Melalui sesi ini, peserta dilatih mengenali situasi darurat, melakukan penilaian awal terhadap korban, serta mempraktikkan teknik kompresi dada yang benar.

Salah seorang peserta yang terpilih sebagai tutor teman sebaya mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan rasa percaya dirinya.

"Sebelumnya saya hanya mengetahui CPR dari media sosial. Setelah belajar langsung dan mencoba praktik menggunakan manekin, saya jadi lebih paham dan tidak takut lagi. Saya siap mengajarkan kembali kepada teman-teman agar semakin banyak siswa yang mampu memberikan pertolongan pertama ketika terjadi keadaan darurat," jelasnya.

Pelatihan ini menggunakan metode TUMAYA (Tutor Teman Sebaya), sebuah pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai agen edukasi.

Sebanyak sembilan tutor teman sebaya dipersiapkan untuk meneruskan pelatihan kepada peserta lainnya.

Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, kesembilan tutor tersebut akan dibagi ke dalam tiga kelompok, dengan masing-masing kelompok mendampingi sekitar 10 peserta dalam sesi pelatihan Bantuan Hidup Dasar.

Melalui pendekatan ini, proses belajar tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi berkembang menjadi pembelajaran kolaboratif antarsiswa yang diharapkan mampu memperluas penyebaran keterampilan penyelamatan nyawa di lingkungan sekolah.

Melalui sinergi antara Poltekkes Kemenkes Pontianak dan SMA Santo Paulus Nyarumkop, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih tanggap terhadap kondisi kegawatdaruratan.

Dengan bekal keterampilan Bantuan Hidup Dasar, dukungan sarana praktik berupa manekin RJP, serta keberadaan tutor teman sebaya, diharapkan semakin banyak pelajar yang mampu menjadi penolong pertama sebelum tenaga kesehatan tiba, sehingga peluang keselamatan korban dapat terus meningkat.

 

 

 

 

Halaman:

Terkini