Densus Amankan 59 Terduga Teroris

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Selasa, 31 Oktober 2023 | 23:04 WIB
Densus 88 Amankan 59 Terduga Teroris (yokalbar)
Densus 88 Amankan 59 Terduga Teroris (yokalbar)

YOKALBAR -- Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri berhasil menangkap 59 tersangka militan yang dicurigai merencanakan gangguan terhadap pemilihan umum yang akan datang, menurut pernyataan dari juru bicara unit kontraterorisme tersebut, Kombes Aswin Siregar.

Dari 59 tersangka tersebut, 19 di antaranya memiliki kaitan dengan jaringan Jemaah Islamiah (JI), yang memiliki hubungan dengan al-Qaida, sementara 40 tersangka lainnya berasal dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kelompok yang telah berjanji kesetiaannya kepada ISIS.

Aswin menjelaskan bahwa militan dari kelompok JAD diduga telah merencanakan serangan untuk mengganggu pemilihan presiden dan legislatif yang akan berlangsung pada tanggal 14 Februari. "Bagi mereka, pemilu dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai moral dan bertentangan dengan syariat Islam," kata Aswin dalam sebuah konferensi pers.

Baca Juga: Petarung Cantik Rusia Victoria Dudakova, Siapa Sangka Mantan Atlet Senam dan Renang

Baca Juga: Tahukah Kamu Telegram Dibuat Oleh Orang Rusia, Seberapa Tenar Aplikasi Ini di Negeri Beruang Merah

Mereka telah merencanakan serangan terhadap fasilitas-fasilitas kepolisian, yang sejalan dengan tujuan utama mereka, yaitu membatalkan pelaksanaan pemilu. Namun, rincian lebih lanjut mengenai rencana ini tidak diungkapkan.

Para tersangka berhasil ditangkap dalam operasi yang berlangsung dari tanggal 2 Oktober hingga 28 Oktober. Selain penangkapan, pihak kepolisian juga berhasil menyita sejumlah senjata dan bahan kimia yang dapat digunakan untuk pembuatan bom, sebagaimana diungkapkan oleh Aswin.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, telah menghadapi serangkaian serangan militan sejak peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat, termasuk tragedi pengeboman di pulau Bali pada tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk wisatawan Australia. Jemaah Islamiah (JI) diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Meskipun begitu, analis keamanan mengatakan bahwa ancaman dari kelompok militan telah berkurang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar berkat keberhasilan operasi pasukan keamanan.

Aswin juga memperingatkan bahwa protes pro-Palestina dan penggalangan dana yang terjadi setelah kekerasan baru-baru ini di Timur Tengah dapat memicu kemarahan dan memicu aksi terorisme. "Hal ini dapat memotivasi pelaku terorisme untuk melakukan serangan," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Sumber: VOA Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X