Cornelis Apresiasi Optimisme Target Lifting Migas, Dorong Kontribusi Maksimal bagi Penerimaan Negara

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Rabu, 3 Juni 2026 | 13:43 WIB

YOKALBAR - Anggota Komisi XII sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Dr. (H.C.) Drs. Cornelis, M.H., apresiasi berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, SKK Migas, dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam menjaga dan meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional di tengah berbagai tantangan sektor energi global.

Apresiasi tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Kepala SKK Migas dan 10 KKKS terbesar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

"Target lifting migas tercapai dan pendapatan negara bukan pajak tercapai, upaya ini yang didorong" ujarnya

Dalam rapat tersebut, SKK Migas melaporkan bahwa realisasi produksi minyak, kondensat, dan NGL hingga 31 Mei 2026 mencapai 576,2 ribu barrel oil per day (BOPD). Sementara itu, outlook produksi tahun 2026 berada pada kisaran 602–610 ribu BOPD, sedangkan lifting minyak nasional tahun 2027 diproyeksikan berada pada rentang 602–615 ribu BOPD.

Menurut Cornelis, proyeksi tersebut menunjukkan optimisme sekaligus komitmen pemerintah dan pelaku industri dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional sebagai salah satu sektor strategis yang menopang ketahanan energi Indonesia.

 

Baca Juga: Rutin Kunjungi Desa hingga Pelosok, Cornelis Ingatkan Pentingnya Menyiapkan Generasi Berkualitas

 

“Kita tentu mengapresiasi kerja keras pemerintah, SKK Migas, dan seluruh pelaku industri migas yang terus berupaya menjaga tingkat produksi nasional. Di tengah berbagai tantangan yang ada, target lifting yang disampaikan menunjukkan optimisme yang patut didukung bersama,” ujar Cornelis.

Ia berharap berbagai program peningkatan produksi, eksplorasi, dan pengembangan lapangan migas dapat berjalan sesuai rencana sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.

Menurut Cornelis, keberhasilan pencapaian target lifting akan semakin bermakna apabila diikuti dengan kontribusi yang semakin besar terhadap penerimaan negara. Dengan demikian, manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat melalui berbagai program pembangunan nasional.

“Kita berharap target lifting yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Pada saat yang sama, capaian tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap penerimaan negara, khususnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor migas, sehingga manfaatnya dapat kembali dirasakan oleh masyarakat melalui pembangunan dan pelayanan publik,” katanya.

 

Baca Juga: Kasus Hanania Travel: Penipuan Umrah Rp12 Miliar, Gagal Berangkatkan Ratusan Jemaah Sesuai Jadwal

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X