YOKALBAR — Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Brunei Darussalam. Kedatangan Prabowo langsung disambut hangat Yang Maha Mulia Seri Sultan Haji Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman, Brunei Darussalam, Rabu (14/5).
Prabowo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan Brunei Darussalam kepada dirinya. Mewakili Indonesia ia menghargai penerimaan yang luar biasa dari pemerintah Brunei Darussalam.
"Pertama-tama, atas nama pribadi dan atas nama Presiden Republik Indonesia, saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas penerimaan yang luar biasa yang telah diberikan kepada kami hari ini dalam kunjungan kenegaraan ini sebagai Presiden Republik Indonesia," kata Prabowo.
Lebih lanjut Prabowo mengatakan bahwa Brunei Darussalam adalah negara yang sudah lama dikenalnya dan ia nyaman berada di negara ini.
"Saya sudah sering berkunjung ke Brunei Darussalam, dan sudah cukup lama saya mengenal negeri ini. Saya merasa sangat nyaman berada di sini. Rasanya ingin lebih lama tinggal di sini. Namun sebagai Presiden, tentu saya sangat sibuk. Bahkan malam ini pun saya harus kembali ke Parlemen Indonesia untuk menyampaikan pidato," kata Prabowo.
Untuk diketahui, kunjungan Prabowo ke Brunei Darussalam dalam menggelar pertemuan bilateral bersama delegasi dari masing-masing negara untuk membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang.
Selanjutnya Prabowo juga akan menerima penghargaan Bintang Kebesaran Negara Brunei Darussalam, “Darjah Kerabat Laila Utama Yang Amat Dihormati”, yang akan dianugerahkan langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah.
Artikel Terkait
Maia Estianty Tanggapi Tudingan Pemenang Indonesian Idol Di-setting, Judika Blak-blakan Ungkap Alur Sejak Audisi Sampai Final
Telisik Skandal Pungli SYL, Mantan Menteri Pertanian yang Kini Dijebloskan KPK ke Lapas Sukamiskin
4 Poin Penting soal Isu Grab-GoTo Merger versi Rhenald Kasali, dari Lapangan Kerja hingga Ekonomi RI
Di Forum PUIC, Prabowo Tegaskan Komitmen Abadi Indonesia untuk Palestina
Prabowo Ajak Negara Islam Bangkit dari Kemiskinan dan Ketimpangan Lewat Kepemimpinan Jujur