YOKALBAR - Infeksi Virus Nipah (Nipah Virus/NiV) kembali menjadi perhatian dunia kesehatan karena tingkat kematian yang tinggi serta potensi penyebaran dari hewan ke manusia.
Virus ini pertama kali teridentifikasi pada 1998 dan hingga kini masih dikategorikan sebagai penyakit zoonosis berbahaya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Virus Nipah umumnya ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui kelelawar buah yang menjadi inang alami.
Penularan juga dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak langsung dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Gejala awal infeksi Virus Nipah sering kali menyerupai penyakit flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.
Dalam beberapa kasus, penderita dapat mengalami muntah, gangguan pernapasan, hingga penurunan kesadaran.
Infeksi yang lebih parah dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis), kejang, koma, bahkan kematian.
Masa inkubasi Virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari, namun pada beberapa kasus dapat berlangsung lebih lama.
Cara Penularan Virus Nipah
Penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa cara, di antaranya kontak dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, konsumsi buah atau nira kurma yang terkontaminasi air liur atau urin kelelawar, serta penularan antarmanusia melalui kontak erat.
Karena itu, virus ini berpotensi menimbulkan wabah apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Penanganan dan Pencegahan
Hingga saat ini, belum tersedia obat atau vaksin khusus untuk mengobati infeksi Virus Nipah.