YOKALBAR- Peretas dengan nama samaran Bjorka kembali berulah. setelah sempat ‘mengobrak-abrik’ data peduli lindungi hingga data pribadi menteri Kominfo, kali ini mereka kembali mengklaim memiliki data pribadi jutaan orang Indonesia.
Data yang mereka klaim miliki ini adalah bersumber dari data BPJS tepatnya BPJS Ketenagakerjaan. Mereka membocorkan data dari instansi ini.
Bjorka juga memasang tarif harga bagi siapa saja yang ingin membeli data BPJS ini, nominalnya juga lumayan mereka memberi harga 10 ribu dollar Amerika Serikat.
Baca Juga: Tips Aman Belanja Online Agar Terhindar dari Penipuan
Baca Juga: Ustadz Koh Dennis Lim Akan Ke Sambas
"BPJS Ketenagakerjaan is a government organization that provides worker welfare services. The Employment Social Security Administration or BPJS Ketenagakerjaan is a substitute for PT Jamsostek (Persero). Its job is to provide social security protection for Indonesian workers, both formal and informal workers," tulis Bjorka.
Jika dalam bahasa Indonesia kurang lebih, BPJS Ketenagakerjaan adalah organisasi pemerintah yang menyelenggarakan pelayanan kesejahteraan pekerja. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan merupakan pengganti PT Jamsostek (Persero). Tugasnya memberikan perlindungan jaminan sosial bagi tenaga kerja Indonesia, baik tenaga kerja formal maupun informal.)
Agar mudah dalam transaksi, Bjorka juga sudah mengkompresi data peretasan.
Data yang meeka curi ini berupa terdiri dari nama, email, nomor induk kependudukan, nomor telempon, tanggal lahir, alamat, pekerjaan, jenis kelamin dan lain lain.
Dikutip dari forum Breached.vc, Bjorka membagikan belasan juta data yang disebut milik pengguna BPJS Ketenagakerjaan pada Minggu (12/3/2023).
Dalam postingannya, hacker yang sering kali menggegerkan publik ini membocorkan 100.000 sampel data yang dapat diunduh gratis. Selanjutnya, keseluruhan data tersebut dijual dengan harga US$10.000 atau sekitar Rp153.870.000 dalam bentuk Bitcoin.