YOKALBAR- Bu Susi Pudjiastuti sedang sedih dan galau, bagaimana tidak sebuah pesawat miliknya dengan bendera maskapai Susi Air dibakar di Nduga Papua pada 7 Februari 2023 lalu.
Untuk orang sekaliber Bu Susi, pesawat tentu tidak seberapa, namun yang lebih dirisaukannya adalah kondiri pengawak dan penumpang pesawat yang belum diketahui keselamatannya.
Hal ini terlihat dari aktifitas ngetweet mantan menteri yang nyentrik dan hebat dalam mengelola kelautan Indonesia ini, dia berkali-kali mengetweet tentang mohon doa dan dukungan agar awak pesawat dan penumpang selamat.
Nah, untuk artikel kali ini tentu kita mendoakan yang terbaik layaknya doa Bu Susi, namun ada beberapa hal yang perlu disoroti yakni kemampuan dari organisasi teroris TPNPB OPM memperoleh dan menggunakan senjata.
Salah satu hobi kelompok yang doyan bikin resah ini adalah hobi berfoto bersama sambil menenteng senjata api, panah ataupun senjata tajam.
Seperti dinukil dari @randomworldwar, akun ini menyoroti mengenai senjata api langka yang bisa diperoleh oleh TPNPB.
Baca Juga: Indonesia Kedatangan Radar Pelacak Nuklir, Siap-siap Mau Perang kah?
Antara lain yakni, Lithgow L1A1 SLR buatan negera tetangga Indonesia disebelah selatan, siapa lagi kalau tak bukan Australia. Senjata api ini diproduksi oleh Lithgow Australia yang digunakan secara masive di perang Vietnam.
Salah satu negara yang menggunakan senjata jenis ini adalah Papua Nugini, jadi ada kemungkinan jika barang satu ini masuk dari jalur batas negara.Sementara, jenis lainnya yang langka namun juga muncul di frame foto adalah Galil ACE 22, senapan serbu kaliber 5.56x45 mm. Negara produsennya adalah Israel.Entah melalui jalur apa senjata api ini bisa sampai ke pelosok Papua, namun untuk negara Asean yang menggunakannya adalah Filipina sebagai senjata yang digunakan oleh instansi militer maupun kepolisian dari negara tersebut.