YOKALBAR - Como memastikan langkah ke babak perempat final Coppa Italia usai menaklukkan tuan rumah Fiorentina dengan skor 3-1 pada laga babak 16 besar di Stadion Artemio Franchi, Rabu (28/1) dini hari WIB. Kemenangan ini membawa tim asuhan Cesc Fabregas menantang Napoli pada fase berikutnya.
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Fiorentina yang berambisi bangkit setelah kekalahan dari Cagliari di Serie A langsung mengambil inisiatif serangan.
Tekanan La Viola membuahkan hasil cepat. Baru delapan menit laga berjalan, Fiorentina membuka keunggulan melalui Roberto Piccoli.
Berawal dari umpan silang rendah Giovanni Fabbian dari sisi kanan, Piccoli sukses lolos dari kawalan Jacobo Ramon dan menyontek bola di tiang dekat.
Gol tersebut menjadi momen spesial bagi sang penyerang yang tepat berulang tahun ke-25.
Namun keunggulan Fiorentina tak bertahan lama. Pada menit ke-20, Como menyamakan kedudukan lewat situasi bola mati yang penuh kemelut.
Sundulan Tasos Douvikas dari sepak pojok sempat membentur tiang. Dalam kekacauan di kotak penalti, Luca Ranieri terlihat menarik Diego Carlos, namun bola justru jatuh ke kaki Sergi Roberto yang tanpa ragu menuntaskannya dari jarak dekat.
Como sempat mendapat cobaan ketika Douvikas harus ditarik keluar pada menit ke-29 akibat cedera pergelangan kaki. Nico Paz pun masuk lebih cepat dari skenario awal Fabregas. Meski begitu, Como tetap mampu meredam dominasi Fiorentina.
Sepanjang sisa babak pertama, Fiorentina terus menguasai permainan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif serta penampilan impresif kiper Como, Jean Butez, membuat skor imbang 1-1 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Como tampil lebih efisien. Pada menit ke-60, kesalahan bek muda Fiorentina, Niccolò Fortini, dalam mengantisipasi umpan silang Ivan Smolcic dimanfaatkan dengan baik oleh Nico Paz.
Gelandang muda tersebut melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung kiper Oliver Christensen, membawa Como berbalik unggul 2-1.
Situasi Fiorentina kian sulit setelah Roberto Piccoli harus ditarik keluar akibat cedera otot adduktor. Kehilangan ujung tombak membuat daya gedor La Viola menurun drastis.
Drama penutup terjadi di masa injury time. Melalui skema serangan balik cepat, Nicolas Kuhn melakukan sprint dari area pertahanan sendiri sebelum mengirimkan umpan matang kepada Alvaro Morata.
Penyerang senior yang baru pulih dari cedera itu dengan tenang menceploskan bola ke gawang kosong.
Artikel Terkait
Indonesia Masters 2026:Jafar/Felisha Melaju ke Babak Semifinal
John Herdman Tak Memiliki Karier Bermain Seperti Patrick Kluivert, Namun Lebih Unggul dalam Kepelatihan
Tangis di Lapangan Lopburi Thailand: Ketika Mimpi Pemain Bola Usia Dini Indonesia Dirampas Intimidasi
Garuda UNY Team Kembali Duduki Podium Satu di Shell Eco-Marathon 2026
Profil Maarten Paes, Kiper Andalan Timnas Indonesia yang Berkarier di Amerika Serikat