Manggala Agni Kalbar Ingatkan Jangan Abai Karhutla Meski Sudah Diguyur Hujan, Api Di Lahan Gambut Sulit Padam

photo author
Saputra Yokalbar, YoKalbar
- Sabtu, 16 September 2023 | 09:05 WIB
Kepala Seksi Wilayah II BPPI Pontianak di Wilayah Kalimantan, Sahat Irawan Manik, secara langsung meninjau upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (yokalbar)
Kepala Seksi Wilayah II BPPI Pontianak di Wilayah Kalimantan, Sahat Irawan Manik, secara langsung meninjau upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (yokalbar)

YOKALBAR - Kepala Seksi Wilayah II BPPI Pontianak di Wilayah Kalimantan atau biasa dikenal dengan istilah Koordinator Manggala Agni Kalimantan Barat, Sahat Irawan Manik, secara langsung meninjau upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di Jalan Veteran Gang Masjid, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, pada Jumat (15/9).

"Saya datang ke Singkawang untuk memastikan penanganan Karhutla ini," ungkapnya.

Berdasarkan data, pada 2023 jumlah hotspot di Kalbar telah mencapai 50 ribu, dibandingkan dengan rekor tahun sebelumnya yang hanya mencapai belasan ribu.

Baca Juga: Karhutla Rambah Kebun Karet Warga di Desa Sepinggan , Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Baca Juga: Stop Karhutla, Tim Terpadu Maggala Agni Kalimantan IX/Singkawang Patroli ke Lokasi Rawan di Singbebas

"Jadi, hotspot di Kalbar telah mengalami peningkatan sekitar 300-400 persen tahun ini. Karhutla memang menjadi masalah besar tahun ini, mulai dari Sambas, Singkawang, Kuburaya, hingga Ketapang," katanya.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, beberapa lokasi Karhutla masih memiliki bara api. Meskipun sudah ada sedikit hujan, dia mengingatkan petugas agar tetap waspada.

"Meski cuaca selepas hujan, kita harus segera memadamkan api ini agar tidak kembali terjadi. Kami akan terus memantau kondisi hingga Oktober 2023, atau bahkan lebih lama," tambahnya.

Jika kebakaran terus berlanjut, akan menjadi tantangan besar bagi petugas, terkait dengan jumlah personel dan faktor lainnya.

"Memadamkan api dalam beberapa hari akan sangat mengganggu fisik dan kesehatan petugas," jelasnya.

Kunjungannya ke Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang juga bertujuan untuk menghindari potensi asap yang menyebar ke lintas batas.

"Kita harus menghindari akumulasi asap yang dapat melintasi batas negara, karena ini akan menjadi isu internasional," tegasnya.

Hal ini harus dihindari demi menjaga nama baik negara kita.

Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Singkawang, Yuyu Wahyudin, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan upaya pencegahan dan pemadaman Karhutla sebaik mungkin.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Saputra Yokalbar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X