YOKALBAR -Penyakit jantung telah menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Meskipun demikian, penyakit jantung dapat dihindari dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
Menurut dr. Aditya Pradhana, seorang Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (RSUD SSMA) Kota Pontianak, berdasarkan data yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit kardiovaskular, yang mencakup gangguan pada jantung dan pembuluh darah, menyebabkan hingga 17 juta kematian, atau satu dari tiga kematian di dunia setiap tahunnya.
"Jadi, penyebab utama kematian saat ini adalah penyakit jantung dan pembuluh darah, oleh karena itu pemerintah telah memfokuskan pada pelayanan kesehatan seperti Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU)," ungkapnya pada Selasa (12/9/2023).
Baca Juga: BRI Imbau Jaga Kerahasiaan Data Transaksi, Uang Hilang Akibat Kelalaian Nasabah Tidak Diganti
Baca Juga: PGRI Tebas Runner Up, Final Sepak Bola Antar Instansi Seri IV Bakeuda Sambas Peringkat Pertama
Aditya menjelaskan bahwa RSUD SSMA telah menjadi bagian dari jaringan kardiovaskular tingkat menengah, yang memungkinkannya untuk memberikan pelayanan kardiovaskular yang komprehensif, mulai dari diagnosis hingga intervensi.
"Saat ini, kami dapat melakukan pemeriksaan USG Jantung atau Ekokardiografi, treadmill untuk mendeteksi sumbatan pembuluh darah jantung, dan mendiagnosis aritmia," tambahnya.
Selain itu, Aditya juga memberikan tips untuk mencegah penyakit jantung, antara lain dengan berolahraga secara teratur, berhenti merokok, menghindari makanan berlemak, meningkatkan asupan serat, dan menjaga berat badan agar tidak obesitas.
"Penyebab utama penyakit jantung saat ini adalah gaya hidup yang tidak sehat, di mana kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tinggi lemak atau kolesterol menjadi faktor risiko," tambahnya.
Dia mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan, termasuk RSUD SSMA, sebagai langkah pencegahan. Melalui medical check-up, kondisi kesehatan dapat terpantau dengan baik.
"Disarankan untuk memulai medical check-up, terutama wanita di atas usia 55 tahun atau saat memasuki menopause, dan pria di atas 45 tahun untuk memeriksa kadar kolesterol serta pemeriksaan lanjutan seperti ronsen dan treadmill," kata Aditya.
Direktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) RSUD SSMA, dr. Eva Nurfarihah, MKes SpTHT-KL, menyatakan dukungan penuh dari RSUD SSMA dan Pemerintah Kota Pontianak terhadap peran RSUD SSMA sebagai pusat penatalaksanaan penyakit jantung. Sebagai bentuk dukungan, dua perawat RSUD SSMA akan mengikuti pelatihan persiapan Cath Lab, salah satu tindakan intervensi kateterisasi jantung.
"Kami juga memfasilitasi dokter-dokter kami untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang perawatan intensif jantung dan kegawatdaruratan. Salah satu dokter kami bahkan akan melakukan tindakan intervensi jantung tahun depan," ungkapnya.
Eva berharap bahwa selain pengobatan, upaya pencegahan akan lebih ditekankan melalui perbaikan gaya hidup yang sehat agar penyakit jantung dapat dihindari. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.
Artikel Terkait
Ilham Jadi Korban Pencemaran Nama Baik, Berikut Kronologi Persoalannya Dengan Akun Instagram @gebby.vesta_
PGRI Tebas Runner Up, Final Sepak Bola Antar Instansi Seri IV Bakeuda Sambas Peringkat Pertama
Antisipasi Jenis Penipuan Social Enginering, BRI Jelaskan Cara Antisipasinya
Waspada Berbagai Penipuan Social Engineering, Begini Tips Dari BRI