YOKALBAR - Pelaksanaan Operasi Pasar Tahap V oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Singkawang pada Rabu, 20 September 2023, di Pasar Semi Modern Alianyang menyediakan sebanyak 1.650 paket bahan pokok.
Paket sembako tersebut dijual dengan harga Rp95.750 per paket, terdiri dari 5 Kg beras premium, 2 Kg gula pasir, dan 2 liter minyak goreng.
Muslimin, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Singkawang, mengungkapkan bahwa harga paket sembako mengalami kenaikan pada Operasi Pasar kali ini, jika dibandingkan dengan Operasi Pasar sebelumnya. Hal ini dipicu oleh naiknya harga beras di pasar.
Baca Juga: Edi Kamtono Dorong Sektor Pendidikan Tanamkan Pemahaman Inklusi Keuangan Kepada Pelajar Sejak Dini
Baca Juga: Galesong Utara Di Hujani Peluru Meriam Artileri
"Kenaikan harga paket kali ini disebabkan oleh kenaikan harga beras di pasaran yang mencapai Rp15.500-Rp16.000 per kilogram," ujar Muslimin.
Meskipun harga beras mengalami kenaikan, pemerintah memberikan subsidi sebesar 30-32 persen, sehingga masyarakat hanya perlu membayar Rp10.450 per kilogram.
Muslimin menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk mengendalikan laju inflasi dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
"Ini adalah upaya kami untuk mengendalikan laju inflasi, terutama kenaikan harga beras. Dengan subsidi sebesar 30-32 persen ini, masyarakat hanya perlu membayar Rp10.450 per kilogramnya," tambahnya.
Muslimin menyebutkan bahwa kenaikan harga beras disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu gagal panen di hampir seluruh wilayah Indonesia, perubahan musim tanam akibat perubahan iklim, dan kendala dalam distribusi beras impor dari India.
"Iklim ini terjadi akibat gagal panen di hampir seluruh wilayah Indonesia, pergeseran musim tanam akibat perubahan iklim, dan kesulitan dalam distribusi beras impor dari India karena masalah penahanan oleh otoritas setempat," jelasnya.
Oleh karena itu, Muslimin mengimbau agar masyarakat tetap tenang menghadapi situasi ini, karena mereka telah menerima perintah dari Mendagri dan Pj. Gubernur untuk melanjutkan Operasi Pasar hingga akhir tahun 2023.
"Masyarakat diharapkan tetap tenang menghadapi situasi ini, karena semuanya berada di luar kendali kami, terutama karena faktor alam. Oleh karena itu, kami mendapat perintah dari Mendagri dan Pj. Gubernur untuk melaksanakan Operasi Pasar secara besar-besaran hingga tahap VIII pada bulan Desember 2023, dengan interval sebulan sekali," tegasnya.
Artikel Terkait
Metode Gasing Akan Diterapkan di Madrasah
Pemkot Singkawang Lakukan Operasi Pasar untuk Tekan Inflasi
Edi Kamtono Dorong Sektor Pendidikan Tanamkan Pemahaman Inklusi Keuangan Kepada Pelajar Sejak Dini
KULIAH KERJA PROFESI SERDIK SESPIMEN DIKREG KE-63 POKJAR II DI POLRES SINGKAWANG