YOKALBAR - Meski Festival HAM sudah ditutup secara resmi pada Rabu 19 Oktober sore di Swissbell Hotel, namun rangkaiannya masih berlangsung pada Kamis pagi.
Jikadi hari-hari pelaksanaan sebelumnya diisi dengan diskusi serius baik berbentuk pleno maupun paralel. Kali ini peserta dan warga Singkawang berbaur dalam acara jalan santai.
Bahkan semakin meriah dengan kehadiran pelajar yang melakukan deklarasi.
Baca Juga: Komnas HAM Rancang Pedoman Audit HAM
Baca Juga: Usai Hadiri Festival HAM 2023, PJ Gubernur Cek Pembangunan Bandara Singkawang
Kampanye Toleransi dan Deklarasi anti Bullying harus selalu digaungkan sebagai upaya untuk mendorong HAM agar tertanam dalam diri masyarakat khususnya untuk anak-anak generasi muda.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komnas HAM RI Atnike Nova Sigiro di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang pada kegiatan Jalan Santai sekaligus Kampanye Toleransi dan Deklarasi Anti Bullying, Kamis (19/10/2023).
“Salah satu upaya untuk mendorong HAM agar tertanam di masyarakat diantaranya melalui kampanye toleransi dan deklarasi anti bullying yang dilakukan pada hari ini. Nilai-nilainya sudah dididik sejak dini diusia sekolah, sehingga anak-anak kita anti kekerasan dan menghargai HAM.” katanya.
Atnike juga turut mengungkapkan kekagumannya terhadap Kota Singkawang yang tergambar nyata sebagai Kota Tertoleran dengan Perayaan hangat kemeriahan dan sumbangan warga masyarakatnya.
“Saya sangat bahagia, dihari yang cerah setelah beberapa hari hujan di Kota Singkawang. Ini juga menjadi rasa terima kasih kami mewakili Komnas HAM dan penyelenggara Festival HAM untuk menyaksikan kemeriahan dan kasih sayang warga kota singkawang.” ucapnya.
“Terima kasih kepada Pemkot Singkawang dan jajaran serta seluruh warga Kota Singkawang yang telah menyambut kami di seluruh berbagai wilayah di Indonesia. Harapannya, agar kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi Kabupaten/Kota lain di seluruh Indonesia.” sambungnya.
Pada kesempatan ini, tak lupa Atnike berpesan kepada peserta deklarasi anti perundungan dari perwakilan anak-anak sekolah Kota Singkawang untuk melakukan praktik-praktik perundungan dan berharap agar kedepannya anak-anak muda ini dapat menjadi pelopor dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan hidup bersekolah.
“Saya menegaskan bahwa tidak boleh adanya perundungan baik kepada laki-laki, dan perempuan, kepada yang muda maupun yang lebih tua. Kita harus menjaga keselamatan dan kenyamanan bersekolah hidup. Saya harap adik-adik yang ada di sini dapat menjadi duta besar anti-bullying di Kota Singkawang dan di Indonesia.” tutupnya.
Artikel Terkait
Usai Hadiri Festival HAM 2023, PJ Gubernur Cek Proyek Pembangunan Bandara Singkawang
Didepan Peserta Festival HAM 2023, Sumastro Cerita Upaya Pemulangan Korban TPPO
Strategi Menuju Keadilan Ekonomi untuk Pemenuhan HAM: Diskusi di Festival Ham 2023
Komnas HAM Rancang Pedoman Audit HAM